2 Rumah Ambruk dan Belasan Lainnya Rusak Akibat Tanah Gerak di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Jumat, 15 Jan 2021 19:18 WIB
Belasan rumah rusak dan dua lainnya roboh karena tanah bergerak di Purworejo, Jumat (15/1/2021).
2 rumah ambruk karena tanah bergerak di Purworejo. (Foto: dok BPBD Purworejo)
Purworejo - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, selama dua malam berturut-turut mengakibatkan tanah bergerak di sejumlah lokasi. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun dua rumah warga dilaporkan roboh, dan puluhan lainnya rusak.

"Karena hujan deras selama dua malam di wilayah Kecamatan Bruno menyebabkan adanya gerakan tanah, retakan lebar 1-5 cm sepanjang 50 m. Akibatnya ada 13 bangunan yang rusak dan sore ini ada dua rumah warga yang roboh," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Purworejo, Kusairi ketika dihubungi detikcom, Jumat (15/1/2021).

"Korban terdampak di desa ini ada 13 keluarga yang terdiri dari 38 jiwa. Mereka sudah mengungsi di tetangganya atau saudara," imbuhnya.

Belasan rumah rusak dan dua lainnya roboh karena tanah bergerak di Purworejo, Jumat (15/1/2021).Dua rumah roboh dan belasan lainnya rusak karena fenomena tanah bergerak di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (15/1/2021). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.(Foto: dok BPBD Purworejo)

Tak hanya di Desa Tegalsari, tanah bergerak juga terjadi di Desa Somoleter dan Kaliwungu Kecamatan Bruno, Desa Redin dan Kemiri Kecamatan Gebang, kemudian Desa Guntur dan Legetan Kecamatan Bener. Total puluhan rumah rusak akibat pergerakan tanah tersebut.

Belasan rumah rusak dan dua lainnya roboh karena tanah bergerak di Purworejo, Jumat (15/1/2021).Dua rumah roboh dan belasan lainnya rusak karena tanah bergerak di Kabupaten Purworejo, Jawa TengahJumat (15/1/2021). (Foto: dok BPBD Purworejo)

Hingga saat ini, petugas dari BPBD Purworejo masih terus melakukan assessment untuk mendata semua rumah warga yang terdampak tanah bergerak.

"Bantuan logistik sudah kami berikan kepada para pengungsi. Untuk kerusakan di seluruh desa data belum lengkap, rencana besok kita assessment dengan BNPB," tutupnya. (sip/ams)