Aktivis Antikorupsi-Ratusan Kepsek di Klaten Dipanggil Jaksa, Ada Apa?

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 15:56 WIB
Pengadaan Buku Matur Jujur untuk siswa SD-SMP di Klaten diduga ada penyimpangan dana BOS tahun 2019. Kejari Klaten saat ini tengah memeriksa para saksi dari aktivis antikorupsi hingga kepala sekolah
Buku Matur Jujur untuk siswa SD-SMP di Klaten yang jadi polemik karena diduga ada penyimpangan saat pengadaan tahun 2019. (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)

Muslih mengatakan pengadaan buku Matur Jujur yang dimaksudkan untuk penguatan karakter para siswa sekolah itu terjadi pada Juni 2019. Buku itu mulanya diterima siswa gratis, namun seminggu kemudian para siswa diminta membayar Rp 5-11 ribu per buku.

"Harga Rp 5 ribu tapi setelah disoroti masyarakat akhirnya digratiskan. Di akhir 2019 ternyata ada informasi ada pengadaan lagi dibayar dengan dana BOS Rp 11 ribu per buku dengan jumlah buku mencapai 95.000 buku," terang Muslih.

Muslih menyebut dana BOS tidak bisa dipergunakan untuk pengadaan buku tersebut. Sehingga diduga ada penyimpangan dalam pengadaan buku Matur Jujur itu.

"Ada selisih harga buku awal Rp 5 ribu tapi di buku akhir tahun yang dibayarkan dana BOS Rp 11 ribu dengan buku yang lebih tipis. Jadi diduga ada kerugian sekitar Rp 570 juta," pungkas Muslih.

Sementara itu, Mantan Sekretaris dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten Sri Nugroho saat dihubungi via telepon belum merespons. detikcom juga sudah menghubungi lewat pesan singkat namun tidak dibalas.


(ams/rih)