Daerahnya Prioritas, Bupati Semarang Tak Ikut Kloter Awal Vaksin Corona

Akbar Hari Mukti - detikNews
Kamis, 14 Jan 2021 13:37 WIB
Wabup Ngesti Nugraha saat berada di ruangan vaksinasi di Puskesmas Ungaran, Kamis (14/1/2021).
Wabup Ngesti Nugraha saat berada di ruangan vaksinasi di Puskesmas Ungaran, Kamis (14/1/2021). (Foto: dok Pemkab Semarang)
Kabupaten Semarang -

Vaksinasi Corona di Kabupaten Semarang dilakukan di Puskesmas Ungaran, hari ini. Tak ikut disuntik vaksin, Bupati Semarang Mundjirin menugaskan Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjadi orang yang mendapat vaksin tahap awal ini.

"Bupati menugaskan Wabup dan forkompimda untuk mengikuti vaksin tersebut," jelas Humas Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan kepada wartawan, Kamis (14/1/2020).

Namun saat ditanya lebih lanjut alasan Mundjirin tak ikut divaksin, Gunawan tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

Diwawancara terpisah, Wabup Ngesti Nugraha menyampaikan tentang keamanan dan manfaat vaksinasi Corona. Dia juga memberi sejumlah imbauan kepada masyarakat, salah satunya untuk tak percaya pada informasi tidak benar mengenai vaksin.

"Vaksin ini aman dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan percayai informasi yang tak benar terkait vaksinasi," jelas Ngesti Nugraha ditemui di lokasi usai vaksinasi, Kamis (14/1/2021).

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar. Ia mengaku tak merasakan efek apapun pasca diberikan vaksin.

"Hanya seperti digigit saja. Tak ada efek apa-apa setelahnya," jelasnya.

Selain Wabup Semarang, mereka yang mengikuti vaksin di Puskesmas Ungaran hari ini yakni beberapa pejabat forkopimda. Pemberian vaksin dimulai pukul 09.30 WIB. Setelah pendaftaran dan screening pemeriksaan tubuh, vaksinasi pun dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo menambahkan Kabupaten Semarang menjadi salah satu daerah prioritas pemberian vaksin COVID-19 tahap pertama di Jawa Tengah.

"Kabupaten Semarang jadi salah satu prioritas untuk vaksin COVID-19. Kami menerima 8.000 dosis vaksin Sinovac," jelasnya di lokasi, Kamis (14/1/2021).

Sementara sasaran pertama vaksinasi COVID-19 menurut Ani ialah tenaga kesehatan. Pendataan Dinkes, nakes yang diberikan vaksin tersebut yakni 3.987 orang.

Ani menyebutkan, nantinya mereka diberikan dua kali dosis vaksin COVID-19. Dosis pertama diberikan mulai hari ini, sementara dosis kedua diberikan dua minggu setelahnya.

"Dosis kedua jaraknya dua minggu setelah dosis pertama diberikan," jelasnya.

(sip/mbr)