Abu Bakar Ba'asyir telah tiba di Ponpes Al-Mukmin Ngruki, siang ini. Kini suasana ponpes di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu sudah tampak lengang.
Pantauan detikcom pukul 17.00 WIB, tampak dari pagar luar hanya ada sejumlah orang yang duduk di depan masjid. Mereka merupakan petugas pengamanan internal dan ustaz ponpes.
Sedangkan Abu Bakar Ba'asyir dan keluarga telah masuk ke kediaman mereka yang berada di sebelah masjid. Para ustaz dan beberapa alumni yang menyambut Abu Bakar Ba'asyir sudah berangsur-angsur keluar sejak sekitar pukul 15.00 WIB tadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar ponpes, sejak kedatangan Abu Bakar Ba'asyir memang tidak tampak penyambutan dari kelompok tertentu. Hanya tampak warga sekitar yang keluar di depan rumah menyaksikan iring-iringan rombongan Abu Bakar Ba'asyir.
Tim gabungan Polri, TNI dan Satpol PP yang sempat berpatroli di kawasan Ngruki juga sudah tidak lagi muncul. Mereka sempat tiga kali melintasi kawasan ponpes.
![]() |
Juru bicara Ponpes Al-Mukmin, Endro Sudarsono, mengatakan saat ini sudah tidak ada kegiatan di dalam ponpes. Namun sejumlah rombongan pengiring dari Lapas Gunung Sindur masih beristirahat di ponpes.
"Sekarang sudah tidak ada kegiatan. Ustaz Abu juga sudah di kediamannya. Rombongan pengiring masih di dalam. Kami belum tahu apakah nanti akan menginap atau tidak. Tapi sudah kami siapkan tempat," kata Endro kepada detikcom.
Seperti diberitakan, Abu Bakar Ba'asyir bebas setelah menjalani hukuman kasus terorisme hari ini. Ba'asyir keluar dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, pukul 05.24 WIB tadi dan langsung pulang ke Ponpes Al-Mukmin Ngruki.
Abu Bakar Ba'asyir bersama rombongan tiba di Ngruki pukul 13.35 WIB. Terdapat beberapa mobil dalam rombongan tersebut. Selain dari keluarga, ada mobil tim kesehatan dan ambulans yang turut mendampingi.
Putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim, mengatakan akan membatasi tamu yang ingin bertemu dengan ayahnya. Waktu pertemuan pun akan disesuaikan dengan kondisi Abu Bakar Ba'asyir.
"Kalau pengin ketemu dan kita pandang penting dan memungkinkan, akan kita atur. Tapi jelas sesuai protokol kesehatan. Mulai kapan nanti kita lihat," ujar pria yang disapa Iim itu.