Rintik Hujan Iringi Pemakaman KH Najib Krapyak di Makam Pathok Negoro

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 05 Jan 2021 15:52 WIB
Jenazah KH R Najib Abdul Qadir, pengasuh Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, dimakamkan di Makam Pathok Negoro, Dongkelan, Bantul, Selasa (5/1/2021).
Jenazah KH R Najib Abdul Qadir, pengasuh Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, dimakamkan di Makam Pathok Negoro, Dongkelan, Bantul, Selasa (5/1/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Rintik hujan mengiringi prosesi pemakaman KH R Najib Abdul Qadir, pengasuh Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jenazah KH Najib dimakamkan di pemakaman keluarga, Makam Pathok Negoro, Dongkelan, Bantul.

Pantauan detikcom, tampak para pelayat mengikuti prosesi pemakaman jenazah KH Najib di Makam Pathok Negoro, Dongkelan, yang berada di Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan.

Terlihat anggota Banser berjaga di lokasi untuk membatasi jumlah pelayat yang masuk ke kompleks makam. Penjagaan dilakukan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan.

Dewan Pengasuh Pesantren Al-Munawwir Krapyak, KH Fairuzi Afiq Dalhar, mengatakan bahwa almarhum KH Najib dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga. Kompleks makam itu milik keluarga Ponpes Al-Munawwir.

"Tadi upacara dulu kemudian pemakaman di makam keluarga Dongkelan," kata KH Fairuzi saat dihubungi detikcom, Selasa (5/1/2021).

Fairuzi menjelaskan kondisi terakhir sebelum KH Najib meninggal. Menurutnya, KH Najib meninggal bukan karena COVID-19 namun karena mengidap penyakit.

"Penyebab meninggal gerah (sakit) osteoporosis, pengapuran tulang. Jadi dua pekan merasa gerah dan dirawat di rumah saja. Semua upaya telah dilakukan dan ada dokter yang kita datangkan. Kita tidak menyangka (KH Najib meninggal) secepat itu," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pengasuh Ponpes Al-Munawwir Krapyak, Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, KH R Najib Abdul Qadir Munawwir meninggal, Senin (4/1).

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta seluruh pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom NU dan pondok pesantren untuk menyelenggarakan salat gaib, pembacaan yasin dan tahlil untuk almarhum KH R Najib Abdul Qadir.

Hal tersebut tertuang dalam surat instruksi No 4095/C.1.34/01/2021 tertanggal 4 Januari 2021. Dalam instruksi tersebut PBNU menyampaikan dukacita atas wafatnya KH Najib yang juga Rais Syuriyah PBNU tersebut.

Wakil Rois Syuriah PWNU DIY, Hilmy Muhammad, membenarkan hal tersebut. Mengingat saat ini masih pandemi COVID-19 dan perlu untuk menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari, untuk mencegah penyebaran COVID-19.

"Nggih (iya), (PBNU mengeluarkan instruksi tersebut)," ucap Hilmy kepada detikcom, Selasa (5/1/2020).

"Karena salat gaib tidak harus dilakukan secara berjamaah, tetapi bisa dilaksanakan sendiri-sendiri atau secara jamaah terbatas," imbuh Hilmy.

(rih/sip)