Kuliah-Sekolah Tatap Muka di Yogya Dimulai Februari, Ini Skemanya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 04 Jan 2021 15:06 WIB
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Senin (4/1/2021).
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji, Senin (4/1/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyebut pembelajaran atau sekolah tatap muka paling cepat dimulai bulan Februari 2021. Nantinya, perguruan tinggi yang pertama kali menerapkan pembelajaran tatap muka.

"Jadi Surat Edaran Gubernur (DIY) itu berbunyi pembelajaran tatap muka dimulai Februari tetapi dimulai dengan mahasiswa dulu," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (4/1/2021).

"Keputusan di perguruan tinggi mana yang akan melaksanakan kuliah tatap muka, silakan ditentukan oleh pimpinan perguruan tinggi sesuai kondisi di masing-masing," lanjutnya.

Hal itu mengacu Surat Edaran (SE) No.12/SE/XII/2020 tentang Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Daerah Istimewa Yogyakarta. SE tertanggal 28 Desember itu ditandatangani oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

"Saya lihat di beberapa edaran dari perguruan tinggi itu memberi kesempatan tatap muka tapi masih dalam bentuk praktik, belum ke materi pelajaran teori. Kalau di atasnya belum, surat edaran itu mengatakan ya yang di bawahnya belum," ucapnya.

"Jadi secepat-cepatnya 1 Februari. Tapi melihat situasi yang seperti ini kita belum rekomendasikan anak-anak (murid) untuk masuk," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menerapkan pembelajaran secara daring. Soal pembelajaran tatap muka pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

"Kita masih pakai pembelajaran jarak jauh, tapi paling cepat pembelajaran tatap muka dilakukan pada Februari awal. Tapi lihat hasil evaluasi tatap muka yang dilakukan mahasiswa," ujarnya.

Namun pihaknya belum mendata berapa perguruan tinggi yang akan melakukan pembelajaran tatap muka. Dia mencontohkan di salah satu perguruan tinggi swasta, tatap muka hanya untuk pembelajaran praktik.

"Hasilnya sudah kita lakukan simulasi di sekolah-sekolah, SMA/SMK," katanya.

Nantinya di pekan ketiga saat digelar pembelajaran tatap muka, pihaknya akan melihat apakah ada mahasiswa atau penambahan klaster virus Corona (COVID-19) atau tidak. Jika tidak ada kasus atau klaster baru, maka pembelajaran tatap muka bisa dilanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih rendah.

"Untuk SMA kita lakukan verifikasi minggu-minggu ini kita lakukan verifikasi lalu kita pilih untuk simulasi libatkan Gugus Tugas, (Dinas) Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak," imbuhnya.

(rih/sip)