Jenazah Eks Menteri Kehakiman Prof Muladi Akan Dimakamkan di TMP Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 31 Des 2020 13:10 WIB
Muladi
Mantan Menteri Kehakiman Prof Muladi (Foto: Ari Saputra)
Semarang - Jenazah mantan Menteri Hukum dan HAM (dulu Menteri Kehakiman) Prof Muladi akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang. Dari Jakarta jenazah Muladi dibawa lewat jalur darat.

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) itu mulanya dikabarkan akan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namun, kemudian dipastikan jenazah Muladi dimakamkan di TMP Giri Tunggal Semarang.

"Rencana almarhum Prof. Dr.H. Muladi, SH akan dimakamkan di TMP Giri Tunggal Semarang pada Kamis, 31 Desember 2020," tulis Undip lewat siaran pers terkait duka cita atas meninggalnya Prof Muladi, Kamis, (31/12/2020).

"Menurut info, perjalanan darat dari Jakarta langsung menuju TMP Giri Tunggal. Berangkat dari RSPAD jam 11.30 WIB," sambungnya.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama juga menyampaikan kehilangan atas meninggalnya salah satu guru besar terbaik Undip itu. Sosok Muladi juga diyakini sebagai tokoh panutan dalam perjuangan hak asasi manusia (HAM).

"Beliau tidak hanya sebagai guru, tetapi juga panutan bagi kita. Suara beliau yang tegas menyuarakan keadilan dan penegakan hukum mencerminkan kewibawaan dan kepeduliaan pada sesama," kata Yos.

"Sebagai pakar pidana hukum, beliau sangat berjasa dalam upaya penegakan hukum dan penyusunan perundangan melindungi hak asasi manusia. Semoga almarhum husnul khotimah dan mendapatkan balasan terbaik atas amal dan dedikasinya bagi keluarga, lembaga dan negara," harap Yos.

Sebelumnya diberitakan, Muladi meninggal di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat pagi tadi. Pada Kamis (17/12) lalu, kabar Prof Muladi dinyatakan positif virus Corona disampaikan putrinya, Diah Sulistyani.

"Ya, benar. Bapak-Ibu terpapar (COVID-19) dari pembantu yang tiap hari pulang," kata anak kedua Prof Muladi, Diah Sulistyani, saat dimintai konfirmasi, Kamis (17/12).

Meski begitu, belum diketahui apakah jenazah dari pakar hukum pidana tersebut masih berstatus terpapar COVID-19 atau tidak. Pihak Undip juga belum mendapatkan informasi tersebut. (alg/ams)