Kisah 2 Bocah Kakak Beradik Siswa SD Jualan Bolang-baling di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 29 Des 2020 10:49 WIB
Dua bocah SD berjualan bolang-baling di Kudus, Selasa (29/12/2020).
Dua bocah SD berjualan bolang-baling di Kudus, Selasa (29/12/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Dua bocah kakak beradik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengajarkan tentang perjuangan hidup. Meski usia masih sekolah dasar, keduanya semangat berjualan membantu kedua orang tuanya.

Mereka adalah Erlaga Sabar Pratama (11) dan Ismail (8). Keduanya berjualan kue bolang-baling dan kue cakwe di Jalan Mayor Kusumanto, Pedawang Kecamatan Bae, Kudus.

Saat ditemui keduanya tengah sibuk berjualan kue bolang-baling dan cakwe, Selasa (29/12/2020). Mereka mulai berjualan mulai pukul 05.30 WIB sampai pukul 09.00 WIB.

Pantauan detikcom, keduanya mulai membawa kue bolang-baling dari rumah yang dikontrak kedua orang tuanya di Desa Pedawang. Kedua orang tua bocah itu menggoreng kue bolang-baling di rumah.

Dua bocah SD berjualan bolang-baling di Kudus, Selasa (29/12/2020).Dua bocah SD berjualan bolang-baling di Kudus, Selasa (29/12/2020). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom

Setelah matang, bolang-baling dan cakwe diambil kedua bocah itu dan dibawa ke gerobak lokasi berjualan yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah mereka.

Kue bolang-baling dan cakwe yang dijual pagi ini terlihat laku keras. Secara bergantian kakak adik itu mengambil kue yang sudah selesai digoreng untuk dijual. Terlihat pembeli pun antre menunggu kue yang dijual kedua bocah itu.

Erlaga mengatakan dia berjualan bersama adiknya baru sekitar satu bulan ini. Karena sekolah secara daring dan kini memasuki masa libur akhirnya mereka memilih membantu kedua orang tua. Dia pun mengaku senang bisa membantu kedua orang tuanya.

"Kalau saya kelas 5 SD. Kalau berjualan ini barusan sebulan lebih. Kan membantu orang tua. Bapak ibu sama saja baru (berjualan). (Bapak ibu) Bantu juga ikut goreng-goreng. Dibantu (saat jualan dibantu) sama adik. Adikku ada empat. Satu masih kecil," kata Erlaga kepada wartawan ditemui di sela - sela berjualan di Jalan Mayor Kusumanto, Pedawang, Kudus, pagi ini.

Setiap harinya, Erlaga mengaku berjualan mulai pukul 05.30 WIB sampai dengan 09.00 WIB. Dalam sehari dia berjualan bisa mendapatkan uang Rp 300 ribu.

"Berjualan berdua, buka setengah 6 tutupnya jam 9. Per hari sekitar 300 ribu. Kadang libur," ujar dia.

"Dikasih (uang saku) orang tua. Kalau saya sama adik dikasih uang satu Rp 6 ribu setiap hari," sambung Erlaga.

Meski setiap hari berjualan dia mengaku tidak mengganggu saat sekolah. Apalagi sejak April lalu dia sekolah secara daring di rumah. Sehingga habis berjualan baru belajar di rumah. Erlaga mengaku setelah sekolah nanti sudah masuk akan fokus sekolah lagi.

"Tidak mengganggu sekolah, kan habis berjualan bisa belajar. Karena sekolah di rumah sejak April lalu. Nanti kalau sekolah sudah masuk fokus sekolah, tidak jualan lagi," kata Erlaga.

Senada dikatakan Ismail (8). Bocah kelas tiga SD itu pun mengaku senang bisa membantu kedua orang tuanya.

"Senang bisa bantu orang tua, bisa dapat uang jajan juga," kata Mail.

Selanjutnya, kata ayah kedua bocah penjual bolang-baling....

Selanjutnya
Halaman
1 2