Wisatawan yang Hilang di Pantai Bantul Ditemukan Tewas di Malang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 26 Des 2020 15:38 WIB
Wisatawan asal Klaten, Fajar Apriyanto (20), hilang terseret ombak di Pantai Parangkusumo, Bantul, Rabu (16/12/2020).
Pencarian wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Parangkusumo, Bantu. (Foto: Dok. SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis)
Bantul -

Wisatawan asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah Fajar Apriyanto (20) yang hilang di Pantai Parangkusumo, Bantul sejak Rabu (16/12) akhirnya ditemukan. Fajar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pantai Malang, Jawa Timur.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, M Arif Nugraha mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari SAR Malang terkait penemuan mayat seorang pemuda di Pantai Modangan, Donomulyo, Malang selatan, Jawa Timur siang tadi. Selanjutnya pihaknya langsung melakukan kroscek.

"Informasi dari sana (SAR Malang) tadi ada laporan dari warga ada jenazah di karang-karang (Pantai Modangan) dan dievakuasi rekan-rekan SAR Malang. Setelah kroscek, pihak keluarga sudah meyakini kalo itu Fajar," katanya kepada detikcom, Sabtu (26/12/2020).

Pasalnya pada salah satu tangan mayat itu terdapat tato berupa tulisan. Terlebih pihak keluarga korban yang berasal dari Desa Sengon, Kecamatan Prambanan ini telah memastikan bahwa tato itu identik dengan tato milik Fajar.

"Karena ada tatonya, itu petunjuk dari keluarga korban dan setelah dikroscek ternyata benar. Saat ini jenazah kemungkinan sudah perjalanan ke rumah duka," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Fajar Apriyanto hilang di Pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek diduga terseret ombak saat bermain air di area palung laut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah III Parangtritis, M. Arif Nugraha mengatakan, bahwa kejadian berawal saat Fajar bersama tiga orang temannya tiba di Pantai Parangkusumo Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Rabu (16/12) pukul 12.30 WIB.

"Selanjutnya pada pukul 15.30 WIB korban menghampiri saksi 2dua untuk bermain air di palung laut," katanya saat dihubungi detikcom, Rabu (16/12).

Lanjut Arif, saat bermain air pada pukul 16.00 WIB ada ombak besar datang dan menyeret korban. Mendapati hal tersebut, salah seorang rekan korban berusaha menolong namun pegangan tangannya kepada korban terlepas.

"Terus anggota SAR datang ke pantai dan mendapati korban sudah terseret ke tengah dan hilang, diduga terseret palung laut," ucapnya.

(sip/sip)