Ratusan Penumpang KA di Yogya Batalkan Tiket Gegara Rapid Test Antigen

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 17:02 WIB
Stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu (19/12/2020).
Stasiun Tugu Yogyakarta. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Ratusan calon penumpang kereta api jarak jauh di Yogyakarta membatalkan perjalanannya karena aturan wajib rapid test antigen. PT KAI Daop 6 Yogyakarta pun mempersilakan pelanggan untuk melakukan penjadwalan ulang atau pun pembatalan lewat online.

"Adapun dampak (perubahan aturan) mulai hari ini penumpang khusus jarak jauh sebanyak 2.345, pantauan kami sampai saat ini sudah ada pembatalan 138 penumpang. Jadi sekitar 6 persen dan artinya selebihnya sudah mempersiapkan diri," kata Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Asdo Atriviyanto saat ditemui di Stasiun Yogyakarta, Selasa (22/12/2020).

Asdo menyebut pembatalan tersebut disebabkan beberapa alasan. Di antaranya ada yang menunda keberangkatan, dan ada juga yang belum sempat melakukan rapid test antigen.

"Berdasarkan data di kami ada yang membatalkan karena menunda perjalanan dan belum siap rapid antigen. Karena mungkin dalam waktu sehari, semalam harus cari dan belum ada yang siap," jelasnya.

Asdo menjelaskan pelanggan yang belum sempat melakukan rapid test antigen bisa mengajukan penjadwalan ulang perjalanan. Selain itu, bagi yang membatalkan akan diberikan pengembalian uang sebesar 100 persen.

"Fasilitas yang bisa dinikmati dengan adanya kebijakan ini, pertama reschedule bisa dilakukan sampai 30 hari ke depan, kedua membatalkan kita kembalikan 100 persen. Ketiga, open tiket bisa digunakan sampai 31 Desember 2021," jelas Asdo.

Dia pun menyarankan calon penumpang yang mengajukan pengembalian tiket atau penjadwalan ulang dilakukan melalui online atau aplikasi resmi KAI.

"Mekanisme refund, reschedule kita imbau masyarakat untuk melakukannya melalui channel online kami. Bisa dilakukan melalui aplikasi," terangnya.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Supriyanto menjelaskan di Stasiun Yogyakarta mulai hari ini melayani rapid test antigen, mulai pukul 07.00 WIB hingga 20.30 WIB. Mereka yang dilayani rapid test antigen yaitu bagi pengguna jasa KA yang sudah memiliki kode booking.

Per harinya, Stasiun Yogyakarta menyediakan kuota rapid test antigen sebanyak 500 unit dengan biaya Rp 105.000. Pihaknya tidak menutup kemungkinan jumlah alat tes ini akan ditambah.

"Kalau penumpang hari ini khusus di stasiun Yogyakarta ada sekitar 500 penumpang yang melakukan rapid test antigen. Tujuannya ada yang ke arah barat maupun ke arah Surabaya maupun Ketapang," jelasnya.

"Untuk kuota rapid test antigen rencana per hari 500 kuota. Tapi jika penumpang bertambah logistik (unit rapid test antigen) juga akan kami tambah," imbuh Supriyanto.

(ams/rih)