Gatot Ajak Setop Kadrun-Kampret, PWNU DIY: Sudahi Perang Opini Pasca Pilpres

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 18 Des 2020 10:24 WIB
Kantor PWNU DIY, Selasa (8/8/2017).
Kantor PWNU DIY. (Foto: dok detikcom)
Yogyakarta -

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengajak masyarakat berhenti menggunakan sebutan 'kadrun' dan 'kampret' yang menurutnya melecehkan Tuhan. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta (PWNU DIY) menilai hal itu bermaksud agar masyarakat menyudahi perang opini dan wacana pasca pilpres kemarin.

"Statement Pak Gatot dimaksudkan agar kita segera menyudahi perang opini dan wacana yang masih berlangsung di antara kita sesama anak bangsa pasca Pilpres tahun lalu," Wakil Rois Syuriah PWNU DIY Hilmy Muhammad saat dihubungi detikcom, Jumat (18/12/2020).

Menurut pria yang juga anggota DPRD RI ini, jika terus dibiarkan keberadaan istilah kadrun dan kampret hanya akan memberi dampak positif di tengah-tengah masyarakat. Terlebih saat ini sudah bukan saatnya mempermasalahkan istilah kadrun dan kampret.

"Sungguh yang kita lakukan memang tidak produktif dan tidak memiliki semangat membangun, dan malah membikin luka di antara kita semakin menganga dan memecah belah persatuan di antara kita," ucapnya.

Oleh karena itu, pria yang kerap disapa Gus Hilmy ini mengimbau agar masyarakat melihat ke depan, bersama-sama bergotong royong membangun bangsa dan negara dengan mengedepankan sikap berbaik sangka kepada sesama. Apalagi saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung.

"Apalagi di masa sulit seperti saat pandemi sekarang ini, tidak layak bila kita memperuncing permasalahan dan mempersulit keadaan," ujarnya.

"Karena itu mari kita bangkit dari keterpurukan ekonomi dan masalah kesehatan negeri gara-gara pandemi ini dengan bersama-sama dan bekerja sama, yang dengan itu semua, semoga tahun depan keadaan bisa menjadi lebih baik lagi," lanjut Gus Hilmy.

Diberitakan sebelumnya, Gatot Nurmantyo melalui akun media sosialnya meminta semua pihak menghentikan sebutan 'kadrun' dan 'kampret'. Bagi Gatot, sebutan itu telah melecehkan Tuhan Yang Maha Esa.

Pernyataan itu disampaikan Gatot dalam video yang dibagikan akun Instagram-nya @nurmantyo_gatot yang bercentang biru seperti dilihat detikcom, Kamis (17/12/2020). Gatot juga menyertakan caption'jangan merendahkan bangsaku' di unggahannya itu.

"Dalam kesempatan ini juga saya mengimbau, secara tidak sadar ataupun sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, kita anak bangsa ini sudah merendahkan bahkan melecehkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan mempunyai sebutan masing-masing ada yang menyebutkan kadrun, ada yang menyebutkan kampret, itu kan nama binatang, padahal itu ciptaan Tuhan, manusia kita semua," kata Gatot dalam video itu.

(sip/sip)