Detik-detik Mencekam Lahan 5 Ha di Pekalongan Amblas Bak Ditelan Bumi

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 15:48 WIB
Lahan pertanian di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan amblas, Kamis (17/12/2020).
Lahan pertanian di Desa Bodas, Kabupaten Pekalongan yang amblas bak ditelan bumi, Kamis (17/12/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Bencana tanah bergerak di Desa Bodas, Kecamatan Kandangserang, Pekalongan, berdampak pada 29,5 hektare lahan pertanian dan permukiman. Dari luasan tersebut, 5 hektare di antaranya yang merupakan lahan pertanian amblas.

Salah seorang perangkat Desa Bodas, Handoyo, bercerita warga mulai mengetahui amblasnya lahan pertanian itu pada Minggu (13/12) sore. Saat itu warga menyadari permukaan lahan semakin turun sedikit demi sedikit. Hingga akhrinya amblas, bak lenyap ditelan bumi. Handoyo kemudian menceritakan detik-detik amblasnya lahan tersebut.

"Jadi, memang sejak Jumat (11/12) di sini terjadi hujan lebat, Sabtu dan Minggu juga hujan dengan intensitas tinggi," ujar Handoyo kepada detikcom, Kamis (17/12/2020).

Handoyo menceritakan sebelum tanah pertanian dan lahan yang dijadikan kandang ternak amblas, warga bahkan sempat mengabadikan video tanah yang sedikit demi sedikit bergerak turun lalu amblas. Tanah di lokasi itu amblas dengan kedalaman 10-15 meter.

"Saat diambil gambar itu terjadi pada Minggu (13/12) sore, di lahan pertanian Blok Brandal. Saat itu tanah bergerak sedikit demi sedikit turun, namun belum sampai sedalam seperti saat ini," katanya.

Saat itulah, warga mulai panik. Pasalnya, retakan tanah mulai muncul dan terus bergerak menuju ke arah permukiman.

"Mengetahui ada tanda-tanda yang kurang menguntungkan itu, warga langsung menuju ke lahan pertanian. Mereka, nekat menyelamatkan ternak hewan. Ada juga yang memanen hasil bumi seadanya. Itu sore hari," cerita Handoyo.

Hingga akhirnya warga yang panik kemudian menyelamatkan hasil pertanian dan hewan ternak miliknya. Di desa setempat, memang sudah menjadi kebiasaan membuat kandang ternak di dekat area lahan pertanian yang cukup jauh dari permukiman.

"Yang punya hewan ternak langsung dibawa turun ke bawah. Suasana panik. Petani yang sebentar lagi akan panen ubi, langsung panen dengan cepat-cepat. Mereka tidak berpikir jika tanah akan amblas begitu dalamnya," ujar Handoyo.

Warga baru mengetahui lahan pertanian seluas 5 hektare tersebut amblas bak ditelan bumi pada Minggu (13/12) malam.

"Diperkirakan Minggu malam lahan pertanian amblas, seperti membentuk lekukan sungai yang dalam dan panjang. Sebelumnya tanah pertanian ini tidak seperti itu," cerita Handoyo.

Warga kemudian mengetahui lahan pertaniannya sudah 'hilang' pada Senin (14/12) pagi. Handoyo menyebut lahan itu seakan dikeruk oleh puluhan alat berat, yang menyulapnya menjadi cekungan yang dalam, lebar dan memanjang.

"Ini fenomena yang luar biasa.....," kata warga...

Selanjutnya
Halaman
1 2