Rekapitulasi Pilwalkot Semarang: Hendi-Ita Menang Telak Lawan Kotak Kosong

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 07:33 WIB
Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilwalkot Semarang, Rabu (16/12/2020) malam.
Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilwalkot Semarang, Rabu (16/12/2020) malam. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah Kota Semarang sudah digelar. Pasangan calon tunggal petahanan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) menang telak dari kotak kosong.

Rapat digelar di Hotel PatraSemarang hari Rabu (16/12) kemarin sejak sore hingga malam hari selama 9 jam. Untuk perolehan suara, calon tunggal petahana Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) mendapatkan 91,56 persen atau 716.693 suara. Sedangkan kotak kosong mendapatkan 8,44 persen atau 66.071 suara.

Langkah berikutnya setelah pleno perhitungan yaitu penetapan calon. Namun hal itu menunggu jika tidak ditemukan potensi atau perkara sengketa hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami tetap menunggu waktu 3X24 jam sejak diputuskan untuk gugatan di MK. Selanjutnya menunggu terbitnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi dari Mahkamah Konstitusi dalam waktu maksimal lima hari kerja," kata kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Henry Casandra Gultom usai rapat, Rabu (16/12/2020) malam.

Dalam rapat itu disampaikan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yaitu 1.174.068 orang dan pengguna hak pilih yaitu 805.524 orang.

"Tingkat partisipasi 68,62 persen. Ini partisipasi tertinggi. Tahun 2005 itu 66 persen, 2010 itu 60 persen, 2015 itu 65 persen, sekarang 68,6 persen. Kita laksanakan dengan satu Paslon di tengah pandemi, hujan lagi. Saya sangat bersyukur bisa segitu," ujar Ketua KPU Kota Semarang yang akrab disapa Nanda itu.

Kemudian jumlah suara sah 782.764 suara dan suara tidak sah 22.760 suara. Nanda menjelaskan, suara tidak sah bisa disebabkan beberapa faktor yaitu rusak atau bahkan tidak dicoblos oleh pemilih yang datang ke TPS.

"Suara tidak sah berarti rusak. Ada yang dirusak, tidak dicoblos juga masuk surat suara tidak sah," jelasnya.

(alg/sip)