Pengungsi Tanah Gerak di Banjarnegara Butuh Bantuan Alat Mandi-Masker

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 15 Des 2020 18:47 WIB
Salah satu titik pengungsian tanah gerak di Desa Suwidak, Banjarnegara, Selasa (15/12/2020).
Salah satu titik pengungsian tanah gerak di Desa Suwidak, Banjarnegara, Selasa (15/12/2020). Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara -

Sebanyak 192 warga Desa Suwidak, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, sudah delapan hari ini tinggal di pengungsian karena rumah mereka rusak terdampak tanah gerak. Berdasarkan pendataan PMI Banjarnegara, peralatan mandi, gas elpiji dan masker menjadi kebutuhan mendesak pengungsi saat ini.

"Sementara stok logistik sejauh ini aman, hanya beberapa item seperti gas elpiji kami masih kesulitan. Padahal, kebutuhan gas elpiji sangat urgen dan diperlukan untuk pelayanan dapur umum untuk kebutuhan relawan dan pengungsi selama masa tanggap darurat," kata Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Alam PMI Banjarnegara, Andri Sulistyo, saat ditemui di pos pengungsian, Selasa (15/12/2020).

Selain gas elpiji, PMI Banjarnegara mencatat, pengungsi masih membutuhkan hygiene kit atau perlengkapan mandi dan masker. Mengingat di pengungsian juga tetap harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau COVID-19.

"Kebutuhan lain yang saat ini masih belum dapat ter-cover adalah hygiene kit atau perlengkapan mandi untuk pengungsi. Termasuk juga masker, karena sekarang masih dalam masa pandemi. Jadi semuanya harus memakai masker dan harus ganti. Jangan satu dipakai terus," ujarnya.

Koordinator lapangan PMI Banjarnegara di Posko Desa Suwidak, Imam Priyuda, mengatakan kondisi tanah masih bergerak. Mengingat intensitas hujan di Desa Suwidak masih cukup tinggi.

"Kondi tanah yang masih bergerak dan psikologi pengungsi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Kami mengutamakan kelompok masyarakat rentan seperti bayi, balita, ibu hamil dan lansia untuk mendapatkan pelayanan maksimal sesuai dengan standardisasi pelayanan," kata Imam.

Selain Desa Suwidak, berdasarkan data PMI Banjarnegara, beberapa desa lain juga mengungsi akibat bencana tanah gerak. Seperti di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, jumlah warga yang mengungsi sebanyak 295 jiwa. Sedangkan di Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, 160 jiwa mengungsi dan Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, 4 jiwa mengungsi.

(rih/sip)