Pencarian Pelda Eka Budi Korban Kecelakaan KA Vs Mobil Polisi Dilanjut Besok

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 14 Des 2020 20:42 WIB
Relawan gabungan melakukan pencarian korban di sepanjang Kali Cemoro, Sragen, Senin (14/12/2020).
Relawan gabungan melakukan pencarian korban di sepanjang Kali Cemoro, Sragen, Senin (14/12/2020). Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen -

Keberadaan Pelda Eka Budi, anggota TNI korban kecelakaan mobil patroli yang tertabrak kereta api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah, masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan hingga petang ini belum dapat menemukan keberadaan korban.

"Pukul 17.00 WIB (tim pencari) kita tarik, (operasi pencarian) kita tutup sementara. Kita evaluasi dilanjutkan operasi besok pagi," kata On Scene Commander (OSC) Basarnas Pos SAR Surakarta, Tri Puji Sugiharto, saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Tri mengatakan, untuk operasi pencarian hari ini mengerahkan sekitar 250 personel gabungan dari Basarnas, BPBD Sragen, TNI-Polri dan berbagai unsur relawan lain. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda ataupun petunjuk yang mengarah kepada keberadaan korban.

"Tadi jarak sekitar 300 meter sempat ditemukan kap mobil, hanya puing mobil aja. Kalau (petunjuk) yang bersangkutan dengan survivor belum ada," ujarnya.

Operasi pencarian, lanjutnya, sudah dilakukan sesuai target yakni sejauh empat kilometer dari jembatan Kali Cemoro. Menurut Tri, relawan sudah menemukan beberapa lokasi yang diduga merupakan posisi korban berada.

"Titik yang dicurigai dari jembatan berjarak dua kilometer. Itu lokasinya seperti palung, pusaran begitu. Namun baru dicurigai. Besok rencana akan kita lakukan penyelaman," kata Tri.

Penyelaman akan dilakukan, dengan catatan cuaca di hulu sungai tidak hujan. Pasalnya karakteristik Kali Cemoro kerap terjadi kiriman air setiap terjadi hujan di daerah hulu.

"Kita turunkan tim selam, tapi kita mengingat cuaca juga. Kalau kondisi cuaca tidak mendukung kita tidak akan melakukan penyelaman," ujarnya.

Tri melanjutkan, operasi pencarian akan dilanjutkan esok hari pukul 07.30 WIB. Jarak pencarian akan ditambah menjadi lima kilometer dari jembatan.

"Hasil evaluasi operasi hari ini terkendala medan yang batunya cukup tajam serta arus bawah yang kencang. Malam ini meskipun tidak ada pencarian, tetap akan dilakukan pemantauan di Dam Ngambangan dan Jembatan Sari. Kita pasang lampu di sana," paparnya.

Pihaknya memperkirakan posisi korban masih berada di jarak lima kilometer dari jembatan. Sebagai langkah antisipasi, relawan juga telah memasang jaring di Jembatan Sari.

"Teman-teman dari SAR Himalawu sudah menyiapkan jaring di Jembatan Sari. Kalau estimasi kami dengan berbagai faktor, ini kan belum ada 24 jam. Kalau nanti sudah 24 jam harapan kami bisa mengambang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, mobil patroli gabungan berisikan dua anggota Polsek Kalijambe dan seorang anggota TNI terlibat kecelakaan dengan Kereta Api (KA) Brantas di Sragen, Jawa Tengah, Minggu (13/12). Dua orang polisi yakni Aipda Syamsul Hadi dan Bripka Slamet Mulyono telah dievakuasi dalam kondisi tewas. Sementara seorang korban aparat TNI, Pelda Eka Budi, masih dalam pencarian.

(rih/mbr)