Eks Asisten Dr Azahari: Zulkarnaen Tak Terlibat Bom Bali I

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 14 Des 2020 15:25 WIB
Densus  88 Amankan Lokasi Ledakan di sarinah, Jakarta Pusat,Kamis (14/01/2016).
Densus 88, Kamis (14/01/2016). (Foto: Agung Phambudhy)
Sukoharjo -

Buron teroris bom Bali I Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman ditangkap Densus 88 Antiteror setelah 18 tahun pengejaran. Namun, mantan narapidana kasus terorisme (napiter) Bom Bali I, Joko Tri Harmanto alias Jack Harun justru menyebut Zulkarnaen tidak terlibat dalam bom Bali I.

Jack yang merupakan asisten Dr Azahari dalam meracik bahan peledak untuk aksi Bom Bali I, menyebut Zulkarnaen justru tidak tahu saat dia dan kawan-kawannya mengebom Bali pada Oktober 2002 silam.

"Dulu setelah kejadian kami yang muda-muda dimarahi sama beliau karena melakukan aksi tanpa sepengetahuannya," kata Jack saat dihubungi detikcom, Senin (14/12/2020).

Jack mengaku dahulu sering ikut dalam kajian di rumah Zulkarnaen di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebelum kejadian bom Bali I, aktivitas tersebut berjalan seperti biasa.

"Dulu memang sering bertemu, ikut kajian. Sebelum kejadian itu kan masih biasa, tapi setelah bom itu sudah pada lari sendiri-sendiri," kata Jack.

Jack yang ditangkap tahun 2004 mengaku belum pernah berkomunikasi dengan Zulkarnaen sejak bom Bali I. Dia baru tahu keberadaan Zulkarnaen setelah penangkapan di Lampung.

"Saya kira beliau sudah ke luar negeri. Baru tahu saat penangkapan itu ternyata masih di Indonesia," katanya.

Terkait keahlian mengebom, menurut Jack, semua alumni Afganistan dibekali kemampuan itu. Dia juga mengakui mereka juga sempat menjadi relawan di Poso hingga akhirnya pulang ke Jawa.

"Kalau disebut ahli mengebom ya memang semua dibekali itu di Afganistan. Lalu di Indonesia jadi relawan di Ambon, Poso, sampai balik ke Jawa," ucap Jack yang merupakan asisten Dr Azahari saat merakit bom.

Diberitakan sebelumnya, Zulkarnaen alias Aris Sumarsono alias Daud alias Zaenal Arifin alias Abdulrahman ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Buron teroris Bom Bali I ini ditangkap setelah jadi buron selama 18 tahun.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan Zulkarnaen ditangkap di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada Kamis (10/12) pukul 19.30 WIB. Dia ditangkap tanpa perlawanan.

Zulkarnaen disebut punya keterlibatan di banyak aksi terorisme. Saat terjadi serangan Bom Bali I pada 2002, Zulkarnaen menjabat sebagai panglima askari (tentara) dari kelompok teroris Jamaah Islamiyah.

Zulkarnaen disebut-sebut memiliki kemampuan lengkap, mulai merakit bom, ahli fisika (untuk meramalkan efek ledakan), dan ahli kimia untuk menciptakan bahan-bahan bom, termasuk kemampuan merekrut pengikut, sehingga figurnya sangat ditokohkan.

"Zulkarnaen adalah panglima askari Jamaah Islamiyah ketika Bom Bali I. Dia yang membuat unit khos yang kemudian terlibat bom Bali, konflik-konflik di Poso dan Ambon. Unit khos itu sama dengan special task force," kata Irjen Argo saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (12/12).

(rih/ams)