Analisis BMKG Soal Gempa Bumi M 5,4 yang Guncang Bantul-Sleman

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 13 Des 2020 17:11 WIB
Yogyakarta - Gempa bumi magnitudo 5,4 mengguncang Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Gefisika (BMKG) memastikan gempa ini tak berpotensi tsunami.

Gempa ini terjadi pukul 15.39 WIB. Episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 9,81 LS dan 109,64 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 226 km arah Barat Daya Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada kedalaman 16 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar oblique turun (oblique-normal fault)," jelas Kepala Stasiun Geofisika Sleman Agus Riyanto dalam ketarangan tertulisnya, Minggu (13/12/2020).

Agus menerangkan gempa bumi ini dirasakan di Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman dengan getaran II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan truk berlalu). Belum ada laporan dampak kerusakan akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga hari pukul 15.59 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," terangnya.

Agus pun meminta masyarakat tenang dan tidak terprovokasi kabar bohong yang membuat resah. BMKG memastikan informasi resmi akan disebarkan lewat kanal resmi BMKG.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pesan Agus. (ams/ams)