Pilkada 2020

2 Oknum KPPS di Blora Diduga Palsukan Daftar Hadir-Coblos Surat Suara

Febrian Chandra - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 19:07 WIB
Kantor KPU Blora, Jawa Tengah.
Kantor KPU Blora, Jawa Tengah. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akan menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2020 di TPS 02 Desa Kapuan, Kecamatan Cepu. PSU dilakukan setelah ada oknum anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang diduga palsukan daftar hadir dan coblos surat suara.

"Ada satu TPS kita lakukan pemungutan suara. Yakni di TPS 02 Desa Kapuan, Cepu," kata Ketua KPU Blora, M Hamdun, saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/12/2020).

Menurutnya, aksi dua KPPS itu diketahui oleh saksi dari salah satu paslon Bupati-Wakil Bupati Blora. Saksi tersebut kemudian mengajukan protes.

"Kecurangan itu dilakukan saat menjelang jam istirahat. Dua orang oknum anggota KPPS itu berbagi tugas. Yang satu memalsukan daftar hadir dan yang satu bertugas melakukan pencoblos surat suara. Namun aksinya tersebut ketahuan oleh saksi paslon yang ada di TPS," terang Hamdun.

Terkait sanksi yang akan diberikan kepada oknum KPPS itu, KPU menyerahkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Namun saat ini keduanya sudah diberhentikan untuk sementara waktu.

"Yang bersangkutan kita berhentikan sementara waktu, sambil menunggu kajian sanksi yang akan diberikan keduanya," katanya.

"Masih diproses Gakkumdu. Namun dilihat dari kasus seperti ini unsur pidana yang dilakukan keduanya sebetulnya memenuhi," lanjut Hamdun.

Menurutnya, kedua oknum KPPS itu memenuhi pelanggaran Pasal 178 C UU Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pilkada.

"Bunyi pasalnya seperti ini, setiap orang yang tidak berhak memilih yang dengan sengaja pada saat pemungutan suara memberikan suara satu kali atau lebih pada satu TPS atau lebih dipidana kurungan paling singkat selama 36 bulan. Ini keduanya sepertinya memenuhi," jelasnya.

"Sebab jika unsur pelanggaran administrasi terpenuhi, dan KPU melakukan pemungutan suara ulang berarti unsur pidananya terpenuhi. Tapi kembali lagi itu menjadi kewenangan Gakkumdu," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Blora, Lulus Mariyona, membenarkan adanya PSU di TPS 02 Desa Kapuan.

"Iya ada pemungutan suara ulang (PSU) di Desa Kapuan TPS 02. Di sana ada kecurangan. Terkait sanksi yang akan diberikan ini sedang kita kaji bersama Gakkumdu," kata Lulus.

Lihat juga video 'Situs Bawaslu Makasar Sempat Diretas, Bertulis Ingat Janji Manismu':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)