Kaleidoskop 2020

Ngerinya Teror Semut di Banyumas Sejak 2017, Ular Pun Dibuat Tak Berkutik

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 12 Des 2020 12:43 WIB
Petugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut di Desa Pageraji, Banyumas
Petugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut di Desa Pageraji, Banyumas, November 2020. Foto: Arbi Anugrah/detikcom

Teror miliaran semut yang menghantui warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, turut berdampak terhadap para penderes tak bisa mengambil air nira.

"Kemudian dari para penderes itu, sudah tidak bisa bekerja, karena semua pohon kelapa itu semutnya mungkin sampai ribuan bahkan miliaran, sehingga untuk para penderes sudah tidak bisa mengambil air nira dan penghasilan mereka terganggu," jela Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti kepada wartawan di kantornya, Senin (16/11/2020).

Titik mengungkap sejumlah langkah telah diambil di antaranya penyemprotan pestisida hingga Water Cannon. Namun dia menjelaskan perburuan semut itu tak akan rampung dalam waktu sehari atau dua hari.

"Kita sudah berkomitmen dengan warga, kalau untuk lingkungan seperti pohon-pohon dan sekitar rumah, BPBD yang nyemprot. Tapi untuk di dalam rumah sendiri, mereka nyemprot secara mandiri. Karena dalam rumah itu ada anak-anak, ada ibu-ibu, itu untuk di dalam rumah menggunakan sabun atau cuka. Tapi untuk yang di luar pakai pestisida," tuturnya.

Menurutnya, keluhan terkait soal semut di wilayahnya sudah ada sejak tahun 2017. Namun jumlah semut semakin banyak pada akhir-akhir ini. Dia melanjutkan teror semut ini merupakan tanggung jawab dari Pemkab Banyumas.

"Berkelanjutan sampai habis, jadi kita dari pemerintah daerah bertanggungjawab, pak Bupati juga sudah berkomitmen untuk menyelesaikan sampai semut-semut itu hilang," kata Titik.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein yang telah datang ke lokasi mengatakan teror semut ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Sehingga semut yang berkembang biak di Desa Pageraji sudah cukup banyak.

"Harus selesai, karena ini kan problem yang sudah lama dan ini sudah sangat banyak, miliaran semut itu dan ini dalam satu kompleks, satu RT. Jadi kita buat kotak-kotak selesaikan, kotak-kotak selesaikan dan seluruhnya," terang Husein, kemarin.

"Ini sudah sangat mengganggu, lebih dari penyerangan, tapi dalam lingkup satu RT, minimal satu bulan baru bisa selesai karena ini sangat banyak, kita tidak akan tinggalkan sebelum ini selesai," ucapnya.

Water cannon pun dikerahkan untuk menyemprot lokasi yang diduga sarang semut tersebut. Water cannon itu dimanfaatkan untuk menyemprotkan 6 ribu liter pestisida ke lokasi penggergajian kayu di Desa Pageraji.

"Upaya yang dilakukan, yang pertama pembakaran kayu-kayu yang sudah lama dan menjadi sumber semut, ribuan, jutaan bahkan miliaran semut. Selain dibakar, hari ini juga kita semprot (menggunakan water cannon) bekerja sama dengan Polresta Banyumas melakukan penyemprotan pakai pestisida," kata Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Titik Puji Astuti.

Titik menerangkan penanganan dilakukan dengan menyemprot pestisida ke rumah dan pohon warga. Dia juga mengerahkan water cannon untuk menyemprot lokasi gergajian kayu yang diduga menjadi tempat berkembang biak semut tersebut.

"Karena ini kayu-kayunya dari Lampung, kemungkinan (semutnya terbawa) kayu-kayu dari Lampung itu awalnya," jelas Titik.


(rih/rih)