93 TPS di Kota Pekalongan Tergenang Banjir

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 09 Des 2020 13:28 WIB
Suasana banjir di TPS di Dukuh Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Rabu (9/12/2020).
Suasana banjir di TPS di Dukuh Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Rabu (9/12/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Sebanyak 93 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, tergenang banjir. TPS yang kebanjiran itu tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pekalongan.

"Ada 93 TPS yang tergenang air, di setiap kecamatan ada," ujar Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Thoha, kepada detikcom, Rabu (9/12/2020).

Sebanyak 93 TPS tersebut di antaranya 35 di Kecamatan Pekalongan Utara, 30 di Kecamatan Pekalongan Barat, 14 di Kecamatan Pekalongan Timur, 14 di Kecamatan Pekalongan Selatan.

Sebelumnya KPU telah mengungkap catatan 99 dari 593 TPS di Kota Pekalongan rawan banjir. TPS yang rawan banjir kemudian dibangun dengan dengan desain panggung.

"Anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan panggung dengan luas 8x10 meter. Sebelumnya kami anggarkan Rp 500 ribu tapi kemudian kami tindak lanjuti mencari potensi anggaran lain dan dilakukan revisi menjadi Rp 1,5 juta," jelasnya.

Sementara itu, pantauan detikcom di satu dukuh terdapat 5 TPS yang terendam air. Sebanyak 5 TPS yang tergenang air ini berada di Dukuh Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Timur. Lima TPS ini, berada di TPS 8, TPS 9, TPS 10, TPS 11 dan TPS 12.

"Banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Air dari genangan hujan, ditambah air rob," kata Ketua RW Dusun Clumprit, Sutomo.

Menurut Sutono, semula TPS di wilayahnya tidak menggunakan panggung seperti saat ini. Tapi karena ada genangan air, akhirnya TPS tersebut menggunakan panggung kayu.

"Genangan air ya seperti ini, ada yang 30 cm, ada yang lebih," jelasnya.

"Ya susahnya paling yang usia lanjut. Harus menerobos genangan walaupun tidak tinggi, kalau bagi lansia, susah," jelasnya.

(sip/ams)