DPRD Ungkap 179 Kasus Corona di SMKN Jateng Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:54 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Semarang -

Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Bambang Kusriyanto mengungkap adanya laporan 179 siswa SMK Negeri Jateng di Kota Semarang terpapar virus Corona atau COVID-19. Pihaknya pun meminta uji coba sekolah tatap muka disetop.

"Iya saya sudah mendapat laporan kalau SMK Negeri (Jateng) jadi klaster penyebaran COVID-19 karena banyak siswanya positif. Saya minta ditangani dengan baik sampai hasilnya negatif," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Bambang mengaku menerima informasi soal 22 siswa menjalani isolasi di Gedung BPSDMD Srondol Semarang sedangkan lima siswa dinyatakan sudah negatif virus Corona. Kemudian belakangan diketahui ada 152 siswa lain yang terpapar Corona.

"Sehingga total positif jadi 179 siswa, 5 siswa sudah sembuh. Total siswa yang melakukan uji coba pembelajaran tatap muka ada 223 orang," ungkap Bambang.

Dia menambahkan semua siswa yang terpapar Corona merupakan orang tanpa gejala (OTG). Pihaknya pun meminta uji coba sekolah tatap muka disetop.

"Saya minta seluruh siswa dipulangkan dulu tapi dipastikan dulu hasil swab-nya negatif. Tidak hanya terhadap ke 27 siswa tapi semua siswa harus dipastikan hasil swab-nya negatif agar tidak menjadi penular bagi orang lain," ujar Bambang.

"Sekarang kondisi sekolah lockdown," sambungnya.

Bambang pun meminta pihak sekolah tidak memaksakan siswanya mengikuti uji coba sekolah tatap muka. Dia menekankan kasus baru Corona di Jateng perlu ditekan.

"Saya minta bersabar dulu tidak usah kesusu utamakan keselamatan siswa dan guru. Ini juga untuk menekan agar angka positif di Jateng tidak meroket seperti saat ini," katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga membenarkan terjadi penularan COVID-19 di SMKN Jateng. Sudah dua hari ini juga kegiatan uji coba langsung ditutup.

"Saya belum tahu daftar terakhir. Dilapori di SMKN Jateng ada yang terpapar. Saya cek ada dari gurunya, sudah kita tutup. Langsung suruh tes semuanya, kita minta uji coba tutup semua, sudah 2 hari," kata Ganjar saat ditemui di rumah dinasnya.

Ganjar menjelaskan para siswa di SMKN Jateng tinggal di asrama dan mengikuti praktik. Penularan Corona diduga berasal dari pihak yang keluar masuk ke asrama tersebut.

"Bayangkan yang sudah disiapkan saja, mereka sudah berasrama, mereka tidak keluar, mereka saja bisa tertular. Ternyata dari orang yang keluar masuk makanya kita berhati-hati betul. Maka Januari itu juga harus hati-hati betul," tegasnya.

(ams/sip)