Selain RS Sardjito, Ruang ICU Rujukan Corona di Sleman Penuh!

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:00 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Sleman -

Ketersediaan ruang ICU di rumah sakit rujukan virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) penuh. Dinas Kesehatan Sleman membeberkan dari 17 tempat tidur critical di Sleman hingga kemarin malam hanya tersisa 1 tempat tidur critical.

"ICU di rumah sakit rujukan di Sleman selain RS (RSUP) Sardjito semua penuh. Dari 17 tempat tidur critical kemarin infonya tinggal tersisa 1 saja," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (4/12/2020).

Tempat tidur critical itu, kata Joko, diperuntukan bagi pasien virus Corona dengan gejala berat. Dari presentase, kasus Corona dengan gejala berat di Sleman masih sedikit.

"Secara persentase (kasus gejala berat) sedikit 1,3 persen," paparnya.

Ia menjelaskan saat ini Pemda DIY tengah membahas soal penambahan tempat tidur critical di rumah sakit rujukan.

"Pemda itu sudah membahas soal ini. Ada beberapa rumah sakit besar yang bisa untuk itu tapi saat ini masih kekurangan SDM dan baru diusahakan oleh provinsi dan pusat," terangnya.

Selain itu, dua fasilitas kesehatan darurat COVID-19 di Sleman, yaitu Asrama Haji juga hampir penuh. Bahkan tempat di Rusunawa Gemawang sudah terisi penuh.

"Di Rusunawa Gemawang terisi 51 kamar dan itu sudah penuh. Kemudian di Asrama Haji terisi 74 dari total kapasitas 112 kamar," ungkapnya.

Untuk saat ini, Pemkab tengah menjajaki MoU dengan Universitas Aisyiyah (Unisa) untuk memakai asrama Unisa sebagai tempat isolasi bagi pasien asimtomatik atau gejala ringan. Dijelaskan Joko, gedung asrama Unisa memiliki kapasitas 50 kamar. Dalam satu kamar disediakan dua tempat tidur.

"Ada 50 kamar di mana satu kamar ada dua bed. Jadi kalau mau optimal ada 100 pasien yang bisa ditampung. Saat ini sedang berproses," pungkasnya.

(sip/ams)