Bawaslu Telusuri Viral Video Amplop Isi Duit Bergambar Paslon Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 13:44 WIB
Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Tri Asmiyanto
Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Tri Asmiyanto. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Sebuah video soal amplop berisi uang Rp 100 ribu dengan foto salah satu calon Bupati-Wakil Bupati Gunungkidul viral. Bawaslu Gunungkidul turun tangan melakukan penelusuran.

Video berdurasi 29 detik ini memperlihatkan seorang pemuda mendapatkan amplop dan pamflet bergambar foto paslon nomor 01 Pilkada Gunungkidul. Berada di atas motor, pemuda itu langsung membuka amplop dan ternyata berisi uang Rp100 ribu.

"Ki mbukak amplop ki (ini buka amplop), (paslon) 01 Rp 100 (ribu)," kata pria yang merekam video tersebut seperti dilihat detikcom, Jumat (4/12/2020).

Dimintai konfirmasi, Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Tri Asmiyanto mengaku sudah menerima video tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait video itu kepada Bawaslu Gunungkidul.

"Belum ada laporan yang masuk ke kami, karena kita baru dapat (video) tadi malam. Yang jelas hari ini kita pleno dan kita bentuk tim penelusuran untuk melihat apakah secara bukti-bukti, unsur bisa masuk ke dalam pelanggaran (pemilu) atau tidak," kata Tri saat ditemui di Kantor Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, hari ini.

Video pemuda buka amplop isi duit bergambar foto paslon Pilkada Gunungkidul viral.Video pemuda buka amplop isi duit bergambar foto paslon Pilkada Gunungkidul viral. (Foto: dok tangkapan layar video viral)

Untuk mengantisipasi politik uang selama masa Pilkada 2020 ini, pihaknya bakal melakukan patroli. Bawaslu juga sudah berkoordinasi dengan sentra Gakkumdu.

"Besok tanggal 5 (Desember) kami adakan apel patroli pengawasan politik uang dan masa tenang kami adakan patroli dengan unsur terkait, kami sudah koordinasi dengan sentra Gakkumdu untuk kesiapan jika ada tindak pidana saat pemilihan berlangsung," ucapnya.

Sementara itu, detikcom sudah mencoba menghubungi tim paslon yang dikaitkan dengan video tersebut. Namun, telepon kepada tim tersebut belum mendapatkan respons.

(ams/sip)