Tak Terduga! Ini Motif Aksi Penembakan Mobil Bos Tekstil di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 17:42 WIB
Mobil bos pabrik tekstil yang ditembaki di Solo, Rabu (2/12/2020).
Mobil bos tekstil yang ditembaki di Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Polisi masih mendalami kasus penembakan mobil yang ditumpangi seorang bos pabrik tekstil I (72) di Kota Solo, Jawa Tengah. Motif di balik aksi koboi itu ternyata berkaitan dengan bisnis.

"Sementara motifnya adalah hubungan bisnis, masih kita dalami, penyelidikan terus berlanjut," ujar Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak saat dijumpai wartawan di Loji Gandrung, Kota Solo, Kamis (3/12/2020).

Ade menjelaskan pelaku yang berinisial LJ (72) merupakan adik ipar korban. Belum diungkapkan secara detail seperti apa hubungan antara keduanya sehingga berbuntut aksi penembakan tersebut.

"Istri tersangka adalah adik korban," kata Ade.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Kota Solo, pada Rabu (2/12) sekitar pukul 12.00 WIB. Awalnya korban I bersama sopirnya sedang keluar dari rumah untuk makan siang.

Namun di tengah perjalanan, mobil I dihentikan oleh pelaku dan istrinya. Pelaku dan istrinya lalu masuk ke dalam mobil korban dan meminta diantarkan ke rumah sarang walet di Jalan Monginsidi, Kota Solo. Rumah sarang walet itu merupkan milik pelaku.

Setelah tiba di lokasi, pelaku kemudian turun dari mobil. Pelaku sempat meminta korban untuk ikut turun. Namun korban menolak.

"Driver melihat gelagat yang tidak baik dari pelaku LJ. Pelaku membawa senjata api yang diselipkan di celana bagian depan. Driver langsung putar balik," kata Ade.

Korban kemudian meninggalkan lokasi sementara pelaku terus menembaki mobil korban. Korban kemudian mengamankan diri dengan masuk ke Mako Brimob Detasemen C Pelopor yang tak jauh dari sarang walet.

"Karena pelaku membawa senjata api, Polresta dibackup Brimob melakukan pengejaran terhadap pelaku. Pukul 14.25 WIB, pelaku tertangkap di salah satu PO bus di Karanganyar," ujarnya

(sip/ams)