ICU untuk Pasien Corona di RSUD Kudus Penuh!

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 17:04 WIB
RSUD Kudus, Kamis (3/12/2020).
Suasana RSUD Kudus, Kamis (3/12/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyebut ICU bagi pasien virus Corona atau COVID-19 di RSUD Kudus saat ini penuh. Dinas Kesehatan berencana menambah kapasitas ruang khusus isolasi Corona.

"Ada 119 tempat untuk isolasi COVID-19 (di RSUD Kudus). Di dalamnya ada 10 pasien di ruang ICU dan hari ini penuh (sejak hari ini ICU Corona RSUD Kudus penuh)," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Aziz Achyar, kepada wartawan di RSUD Kudus, Kamis (3/12/2020).

"Jadi dari 119 (tempat) itu, (terisi) 81 pasien diisiolasi dan 10 di ruang ICU. Sehingga total ada 91 pasien (Corona)," lanjutnya.

Aziz yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Kudus mengatakan selama pandemi ini di rumah sakit milik pemkab itu merawat 1.021 pasien terkonfirmasi positif Corona. Saat ini masih ada 55 pasien dirawat di ruang isolasi dan 10 di ruang ICU Corona. Selain itu RSUD Kudus juga merawat 26 pasien suspek virus Corona.

"Kemudian sudah dirawat 1.021 pasien terkonfirmasi positif COVID-19, tersisa isolasi 55 pasien, dan di ICU COVID-19 10 pasien, dan suspek 26 pasien. Nanti (pasien suspek) akan keluar," kata Aziz.

Aziz menuturkan dengan kenaikan kasus itu akan menambah ruang khusus Corona. Rencananya ruang VIP di RSUD Kudus akan digunakan sebagai ruang khusus Corona.

"Kemarin diskusi dinas provinsi, itu memerintahkan, agar pertama meningkatkan jumlah ruang isolasi. Menambah ruang ICU COVID-19. Ruang VIP akan diubah menjadi ruang COVID-19, kemungkinan ruang anggrek akan dijadikan ruang COVID-19," lanjutnya.

Aziz pun kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan protokol kesehatan. Karena kondisi belakangan ini tren kasus Corona di Kudus mengalami kenaikan.

"Suatu hal, adalah bahwa seperti ini melihat sekarang aman, tetapi malahan dengan kondisi tren naik semacam ini dipastikan kanan kiri kita potensi terpapar COVID-19 sangat tinggi. Sehingga protokol kesehatan tetap, benar-benar dilakukan. Rutin menggunakan masker dan kebiasaan cuci tangan. Karena tidak tahu kanan kiri kita," ucapnya.

Dinas Kesehatan, kata dia, saat ini tengah melakukan tracing. Mulai melakukan tracing kepada orang kontak erat hingga ke orang yang berpotensi besar tertular virus Corona.

"Kebijakan DKK, memang melaksanakan tracing. Jadi kemarin di SMP itu kan ada 43 karyawan. Sudah kita laksanakan swab. Kemudian kebijakan tracing kontak erat harus dilaksanakan. Tracing kepada kelompok rentan, kelompok selama ini terhadap kematian. Pertama obesitas, kedua lansia, kelompok komorbid penyakit penyerta korelasi angka kematian pada kasus sejenis, seperti diabetes kemudian hipertensi termasuk jantung," tandas Aziz.

Sementara itu dari data corona.kuduskab, pasien terkonfirmasi positif Corona hingga Kamis (3/12) yang aktif ada 96 orang dirawat dan 152 orang melakukan isolasi mandiri.

Berikutnya kasus sembuh ada 2.082 orang. Lalu kasus meninggal ada 288 orang. Jika ditotal keseluruhan ada sebanyak 2.618 orang terkonfirmasi positif Corona.

(rih/sip)