Jelang Debat Kedua Pilkada Solo: Gibran Simulasi-Bagyo Menyepi

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 22:42 WIB
Pengundian nomor urut Pilkada Solo, Kamis (24/9/2020). Pasangan Gibran-Teguh mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo dapat nomor urut 2.
Pengundian nomor urut Pilkada Solo, Kamis (24/9/2020). Foto: (Istimewa)
Solo -

Jelang debat publik kedua Pilkada Solo, Kamis (3/12), Gibran Rakabuming Raka dan Bagyo Wahyono memiliki persiapan berbeda. Gibran memantapkan materi dengan simulasi, sedangkan Bagyo justru menyepi.

Gibran yang merupakan calon Wali Kota (Cawalkot) Solo nomor urut 1 mengaku telah melakukan pendalaman materi dan simulasi. Dia bersama wakilnya, Teguh Prakosa, mengaku siap mengikuti debat.

"Saya dan Pak Teguh sudah siap untuk debat besok malam. Doakan semoga semuanya lancar. Sudah simulasi debat kemarin, sama pendalaman materi," kata Gibran melalui pesan singkat, Rabu (2/12/2020).

Sementara itu, Bagyo yang merupakan cawalkot Solo nomor urut 2 sempat menyepi untuk mencari suasana nyaman. Tak ada simulasi seperti yang dilakukan menjelang debat perdana.

"Beliau ingin berkonsentrasi, baiknya seperti apa kita ikuti beliau. Kalau di Solo tidak bisa, ke mana enaknya yang suasananya nyaman," kata ketua tim pemenangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Sigit Prawoso, di Penumping, hari ini.

Menurutnya, tim hanya memberikan rambu-rambu tentang materi yang mungkin akan dibahas dalam debat. Dia yakin Bagyo dapat menyampaikan materi lebih baik daripada debat perdana.

"Kita hanya beri rambu-rambu biar lebih elok, biar lebih nyambung. Karena beliau kan latar belakangnya penjahit. Mungkin nanti tidak bisa menguasai 100 persen, tapi saya yakin masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan baik," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan debat kedua Pilkada Solo bertema 'Memajukan Surakarta sebagai Kota Budaya yang Inovatif dalam Keberagaman Melalui Kolaborasi dan Penguatan Civil Society'. Beda debat pertama dan kedua ini ada pada penayangan siaran debat.

"Kalau debat pertama disiarkan di stasiun televisi nasional, sekarang kita siarkan lewat stasiun televisi lokal. Tapi tetap bisa dilihat lewat medsos kami," kata Nurul saat dihubungi detikcom, Selasa (24/11).

Sementara terkait tim penyusun materi debat, KPU Solo masih menunjuk tim yang sama. Mereka adalah Prof Dr Ismi Dwi Astuti, MSi (Dekan FISIP UNS), Sri Hastjarjo, PhD (Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UNS/pengamat komunikasi politik), Ahmad Rifai (aktivis Kota Solo), Pamikatsih (aktivis disabilitas), Gunawan Setiawan (pengusaha batik Kauman).

(bai/rih)