Yogya dan Sleman Zona Merah, Dinkes: Disiplinkan Nakes-Masifkan Tracing

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 02 Des 2020 15:12 WIB
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Rabu (2/12/2020).
Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, Rabu (2/12/2020). Foto: Dok. Humas Pemda DIY
Yogyakarta -

Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan adanya kenaikan jumlah daerah yang masuk zona merah virus Corona atau COVID-19, dua di antaranya Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku akan menggencarkan tracing untuk memutus penularan Corona.

"Ya kalau kami jelas yang pertama kalau dari sisi kesehatan semua harus sama langkahnya, yakni harus menguatkan fasilitas kita sendiri terhadap prokes contoh di rumah sakit menguatkan nakes untuk lebih disiplin, pakai APD dan terapkan prokes," kata Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie melalui video Humas Pemda DIY, Rabu (2/12/2020).

Selain itu, pihaknya akan menguatkan tracing kontak. Semua itu untuk memutuskan mata rantai penularan COVID-19.

"Teman-teman kami ingatkan agar tidak lalai menerapkan protokol kesehatan (prokes). Jadi menguatkan prokes, dan kami akan masif tracing, sesuai STT, gejala (sains), tracing dan treatment," ujarnya.

Pembajun menambahkan, untuk pasien berstatus tanpa gejala atau OTG, dia meminta agar melakukan isolasi mandiri saja. Hal itu untuk menekan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19, karena rumah sakit tersebut lebih memprioritaskan pasien positif dengan gejala atau comorbid.

"Lalu kalau masyarakat bergejala bisa tahan diri dan isolasi diri, kalau gejala ringan bisa ditangani sendiri. Tapi maaf kan tidak semua masyarakat punya rumah yang memadai untuk melakukan isolasi mandiri, karena itu perlu peran kapanewon atau desa," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Satgas Penanganan COVID-19 melaporkan adanya kenaikan jumlah daerah yang masuk zona merah. Jumlahnya naik hampir dua kali lipat.

"Saya sangat kecewa karena pada minggu ini jumlah kabupaten/kota yang masuk zona merah bertambah 2 kali lipat dari minggu sebelumnya, selain itu jumlah daerah di zona hijau semakin menipis," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam siaran YouTube BNPB, Selasa (1/12).

Dari data per 29 November, yang disampaikan Wiku, untuk zona merah bertambah 22 daerah menjadi 50 kabupaten/kota. Zona oranye bertambah dari 245 menjadi 374 kabupaten/kota. Zona kuning berkurang dari 121 kabupaten/kota menjadi 75 kabupaten/kota.

Sementara untuk zona hijau (tidak ada kasus baru) menurun dari 10 menjadi 6 kabupaten kota, dan zona hijau tidak terdampak dari 10 menjadi 9 kabupaten kota.

Selanjutnya, daftar 50 daerah yang masuk zona merah per 29 November 2020...

Selanjutnya
Halaman
1 2