Kasus Corona di Jateng Memburuk, Epidemiolog: Pilkada Jangan Kebobolan!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 20:12 WIB
Simulasi pelaksanaan Pilwalkot Semarang 2020
Simulasi pelaksanaan Pilwalkot Semarang 2020. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Kasus baru virus Corona atau COVID-19 di Jawa Tengah (Jateng) menjadi sorotan karena peningkatan yang signifikan. Epidemiolog Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Budi Laksono, mengingatkan protokol kesehatan saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang wajib diperketat.

"Tidak perlu (Pilkada diundur), kan kalau diundur tidak tahu kapan (pandemi berakhir). Protokol Pilkada yang sehat yang sudah disosialisasi ditaati dengan baik. Ya, jangan sampai kebobolan," kata Budi saat dihubungi detikcom, Senin (30/11/2020).

Budi mengatakan masyarakat Jawa Tengah seharusnya lebih mematuhi protokol kesehatan COVID-19. Terlebih di masa pandemi Corona ini masih terlihat kerumunan di tempat umum.

"Kita memang harus lebih ketat dan beberapa kali dari Polda dan Satpol sudah larang kegiatan yang bisa ditunda, supaya tidak menambah," ujarnya.

Budi pun meminta masyarakat tidak perlu panik melihat paparan kasus Corona di Jateng. Namun, tetap wajib menaati protokol kesehatan COVID-19.

"Tidak perlu panik, selalu taat asas kesehatan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, kalau tidak perlu meeting atau berkunjung ke teman, tidak perlu dilakukan," pesan Budi.

Budi menyebut paparan data kasus Corona yang menanjak di Jateng itu bisa diperoleh dari hasil tracing yang masif. Meski begitu, pihaknya tetap meminta tracing maupun tes yang semakin masif.

"Tidak boleh (dikendurkan jumlah tesnya). Kalau punya kapasitas lebih besar justru lebih bagus. Jadi yang OTG bisa dijangkau," kata Budi.

Sementara itu terkait persiapan pelaksanaan Pilkada di Jateng, KPU dan Forkopimda lainnya sudah melakukan rapat pada Kamis (26/11) lalu. Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan segala persiapan termasuk antisipasi COVID-19 sudah dilakukan bahkan dengan simulasinya.

"Sementara proses rapid ke seluruh petugas KPPS, sudah berjalan," kata Yulianto di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis (26/11) lalu.

Berbagai peralatan protokol kesehatan akan disiapkan di TPS antara lain tempat cuci tangan, hand sanitizer, sarung tangan, bahkan baju hazmat dan bilik khusus jika ada pemilih yang suhu badannya tinggi.

"Juga di TPS disediakan baju hazmat misal ada yang pingsan, petugas segera pakai APD untuk menangani. Itu juga dipakai melayani pemilih yang isolasi di rumah sakit dan di rumah. Prinsipnya akan kerja sama dengan gugus tugas," jelasnya.

(ams/rih)