Kasus Baru Corona di Jateng Tembus 2.036 Ungguli DKI, Apa Sebabnya?

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 20:04 WIB
Poster
Ilsutrasi pandemi virus Corona di Jawa Tengah. (Foto: Edi Wahyono)
Semarang -

Provinsi Jawa Tengah menyumbang kasus baru virus Corona atau COVID-19 terbanyak di Indonesia menurut data terbaru Satgas Penanganan COVID-19. Apa sebabnya?

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, mengatakan makin meningkatnya jumlah kasus positif Corona merupakan konsekuensi dari mesifnya tes COVID-19. Ia menyebut 90 persen kasus yang ditemukan saat ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Tes kita minggu ini meningkat, konsekuensinya temuannya banyak, 90 persen OTG," kata Yulianto lewat pesan singkat saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (29/11/2020).

Ia kembali mengimbau semua pihak menerapkan protokol kesehatan di antaranya 3M yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak. Sementara itu menurutnya upaya Tracing, Testing, Treatment (3T) terus dilakukan.

"Langkah tingkatkan ketaatan 3M dan 3T, batasi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, keagamaan secara ketat, prokes dilaksanakan dengan sungguh-sungguh," jelasnya.

Untuk diketahui Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19, Sabtu (28/11), total kumulatif kasus positif Corona di RI hari ini berjumlah 534.266. Data ini dihimpun secara berkala setiap harinya per pukul 12.00 WIB.

Sebanyak 6.267 kasus positif Corona ditemukan dari hasil pemeriksaan terhadap 42.903 spesimen. Jawa Tengah menjadi provinsi penyumbang terbanyak dengan 2.036 kasus positif. Kedua ada DKI Jakarta dengan 1.431 kasus, lalu Jawa Timur di tempat ketiga dengan 412 kasus positif.

Sedangkan angka kematian COVID-19 Indonesia per 29 November yaitu 169 kasus. Terbanyak dilaporkan di Jawa Tengah dengan catatan 73 kasus. Di urutan kedua ada Jawa Timur dengan catatan 29 kasus kematian COVID-19, lalu DKI dengan 19 kasus.

Untuk angka kesembuhan, Jawa Tengah juga masuk 3 besar. Dari total kesembuhan hari ini yang bertambah 3.810, terbanyak dari DKI Jakarta, yakni sebesar 814. Di bawahnya ada Jabar dengan 770 pasien sembuh dan Jateng dengan 760 pasien sembuh.

(alg/sip)