Kisah Empu Tingal yang Konon Bercahaya dan Desa Pandai Besi Tersohor Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 29 Nov 2020 09:32 WIB
Kompleks makam Empu Tingal di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (27/11/2020).
Suasana kompleks makam Empu Tingal di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo, Kudus, Jumat (27/11/2020). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Jawa Tengah dikenal sentra kerajinan besi. Hingga sekarang mayoritas warganya pun menjadi pandai besi. Ternyata hal tersebut pun tidak lepas dari sosok Empu Tingal. Seperti apa kisahnya?

Di Desa Hadipolo terdapat sebuah makam. Di sana merupakan makam Empu Tingal. Empu Tingal dipercaya merupakan tokoh cikal bakal perkembangan sentra pandai besi atau pande besi di Desa Hadipolo.

Dari pantauan detikcom, makam Empu Tingal berada di Desa Hadipolo. Makam tersebut terlihat sederhana. Di sana juga terdapat rumah tempat persinggahan Mbah Tingal. Sedangkan di depan rumah itu terdapat makam keluarga keturunan dari Mbah Empu Tingal.

Panitia Khaul Mbah Buyut Tingal, Hambali, mengatakan bahwa di Desa Hadipolo terdapat makam seorang wali Allah. Dia adalah Empu Tingal yang merupakan murid dari Sunan Muria.

"Ceritanya dari mulut ke mulut, bahwa Empu Tingal ini muridnya Sunan Muria. Sudah ada catatan Mbah Buyut Tingal, memang sejak dulu di Hadipolo ini merupakan sentra pande besi," kata Hambali kepada detikcom saat ditemui di kompleks makam Empu Tingal di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Jumat (27/11/2020).

Hambali mengatakan konon dulu di Desa Hadipolo ada seorang empu yang pandai membuat besi menjadi senjata. Kata dia karena pande besi itu terpancar cahaya sampai ke Gunung Muria dan diketahui oleh Sunan Muria. Setelah itu Sunan Muria mengutus santrinya untuk mengecek pancaran cahaya itu.

"Ada cerita salah satu santrinya diutus Sunan Muria ke sini, Hadipolo. Karena ada pancaran cahaya macam itu. Yang dilihat gunung muria kelihatan. Ada Empu yang membuat pande besi," ujarnya.

"Ada cahaya pembuatan pusaka dari Muria sehingga namanya Empu Tingal, karena ada sorotan cahaya yang terlihat dari Muria. Dari kata Tingal yang artinya kelihatan, ningali, sehingga santrinya sampai di sini. Cahaya itu pembuatan cahaya. Cahaya sampai ke Muria," sambung Hambali.

Kemudian Empu Tingal diangkat menjadi santri Sunan Muria. Empu Tingal diangkat menjadi ahli pembuatan pusaka perang. Kemampuan turun temurun menjadi pandai besi masih dilestarikan. Bahkan hingga kini mayoritas warga setempat merupakan pandai besi.

"Dan sampai Empu Tingal diangkat menjadi ahli pembuatan pusaka perang. Secara detail memang tidak terlalu digambarkan karena minim sekali dengan catatan itu. Kita menyakini, kita sudah ratusan tahun. Perajin juga banyak. Dahulu masih ada dan warga kebanyakan menjadi perajin logam (pandai besi)," tutur Hambali.

Hingga kini warga setempat masih melaksanakan tradisi di kompleks makam Empu Tingal. Tradisi haul biasanya dilakukan setiap 12 Maulid. Selain itu, hingga sekarang masih banyak warga yang melakukan ziarah di makam tersebut.

"Tradisi Haul 12 Maulid kita mengadakan kegiatan Haul Mbah Empu Tingal. Dilakukan oleh masyarakat," jelas Hambali.

Selanjutnya, kesaksian seorang keturunan Empu Tingal di Kudus

Selanjutnya
Halaman
1 2