Soal Argumen Pangdam Jaya Pancasilais-Beragama, Ini Kata Penganut Sikep

Arif Syaefudin - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 18:31 WIB
Pernikahan anggota Penghayat Kepercayaan Sedulur Sikep Kudus.
Pernikahan anggota Penghayat Kepercayaan Sedulur Sikep Kudus. (Foto: dok detikcom)
Pati -

Seorang penganut aliran kepercayaan Sikep di Jawa Tengah menanggapi argumen Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman tentang agama dan Pancasilais. Penganut Sikep bernama Gunretno menyebut antara beragama dan pancasilais hanya persoalan penggunaan bahasa saja.

"Jadi ini tentang penggunaan bahasa saja menurut saya. Karena, akan lebih penting ketika seseorang itu benar-benar mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila itu, ataupun dari keagamaan itu sendiri," kata Gunretno saat dihubungi wartawan, Jumat (27/11/2020).

Gunretno yang tinggal di Dusun Bombong, Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Pati, ini menilai segala sesuatu yang benar adalah baik. Namun, lanjut dia, ketika terjadi suatu pembenaran dari berbagai pihak, hal itulah yang menurutnya menjadi tidak baik dan menimbulkan perpecahan.

"Bener iku ora cukup diucapkan tapi kudu dibukteke melalui tindakan. Bener iki mung siji tapi yen wes podo rebut bener dadine ora bener. Mulo ojo podho rumongso biso tapi podho bisuo rumongso (Benar itu tidak cukup diucapkan tapi harus dibuktikan melalui tindakan. Benar itu hanya satu tapi kalau sudah berebut pembenaran, jadi tidak benar. Makanya jangan merasa bisa, tapi bisalah untuk merasa)," terangnya.

Menurutnya, sejauh ini Sedulur Sikep menjadi yang paling percaya diri menyebut dirinya sebagai aliran kepercayaan yang tak beragama. Namun, dengan demikian, bukan berarti Sedulur Sikep tidak Pancasialis.

"Sedulur sikep itu kan mungkin yang saat ini paling pede mengakui tidak beragama, monggo. Bahkan tidak dikasih KTP tidak apa-apa. Tapi, lebih tentang 'benar'. Ketika berdebat tentang Pancasila dan beragama, sampai melakukan tindakan yang tak punya kasih, itu patut dipertanyakan. Padahal sebenarnya keduanya mengandung nilai yang sama," katanya.

"Ketika mengaku Pancasila, ketika mengaku beragama, tapi sudah punya kebencian, rasanya harus dipertanyakan pemahaman Pancasila ya sejauh mana, pemahaman beragamanya seperti apa," pungkasnya.

Berikutnya tentang Argumen Pangdam Jaya terkait Pancasilais pasti beragama...

Selanjutnya
Halaman
1 2