4 Pengedar Uang Palsu Modus Setor Tunai ke ATM Ditangkap di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 16:32 WIB
Tersangka pencetak dan pengedar uang palsu modus setor tunai ATM di Semarang ditangkap polisi. Para tersangka saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/11/2020).
Tersangka pencetak dan pengedar uang palsu modus setor tunai ATM di Semarang ditangkap polisi. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Komplotan pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Semarang dibekuk polisi. Modus komplotan ini yakni dengan memasukkan uang palsu ke mesin ATM setor tunai.

Ada empat orang yang dibekuk oleh Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang. Yapto Sudibyo (31) warga Muktiharjo Kidul Kota Semarang, Suripto (51) warga Leksono Kabupaten Wonosobo, Achmad Sodikin (49) warga Plelen Kabupaten Batang, dan Yasir Nugroho (35) warga Singojuruh Kabupaten Banyuwangi.

Kasus ini terungkap dari laporan pihak bank pada Jumat (23/10) lalu. Kala itu bank menemukan ada uang palsu di ATM milik mereka.

"Mereka membuat uang palsu dengan aplikasi di komputer untuk cetak uang palsu. Barang bukti ada delapan printer dan komputernya satu," kata
Kapolrestabes Semarang Kombes Auliasyah Lubis saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/11/2020).

Aulia menerangkan Yapto bertugas mencetak uang palsu yang kemudian dijual ke tersangka Sodikin dengan harga Rp 2,7 juta per 100 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu. Sodikin lalu mengedarkan uang palsu itu ke Suripto dengan harga Rp 3 juta.

"Kemudian S (Suripto) dan YN (Yasir Nugroho) yang perannya memasukkan ke ATM," jelasnya.

Uang palsu itu lalu disetorkan ke ATM dengan menyelipkan uang resmi. Sebagai contohnya, jika tersangka menyetorkan Rp 1 juta, maka setengahnya adalah uang asli.

"Dipisahkan kemudian ditempelkan dengan yang palsu dan dimasukkan ke mesin ATM. Saldo mereka tambah dan dia ambil di ATM lainnya. Sehingga dia ambil uang asli. Sekali masukkan Rp 1-2 juta," jelas Aulia.

"Mereka juga menggunakan di warung-warung kecil seperti warteg," imbuhnya.

Barang bukti yang diamankan dari para tersangka yaitu alat-alat untuk mencetak serta uang palsu pecahan 100 ribu dengan nilai total Rp 1 miliar. Mereka ditangkap bergantian hingga tanggal 3 November 2020.

"Dia membuat uang palsu ini lebih kurang 3 tahun. Sudah beberapa kali tertangkap. Ini salah satunya, YS ini DPO Bareskrim kasus uang palsu juga," terang Aulia.

Para pelaku dijerat Pasal 244 dan 245 KUHP dan atau pasal 36 ayat 1 dan ayat 3 UU RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman pidana 15 tahun.

Lihat juga video 'Nekat Cetak Uang Palsu, Suami-Istri di Boyolali Ditangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)