Tipu-tipu Investasi di Pekalongan, Pria Ini Bawa Kabur Duit Rp 230 Juta

Robby Bernardi - detikNews
Jumat, 27 Nov 2020 15:28 WIB
Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin, Jumat (27/11/2020).
Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Polres Pekalongan, Jawa Tengah, menangkap seorang pria berasal dari Bogor, Jawa Barat, berinisial TM (42). TM ditangkap atas kasus dugaan investasi bodong di bidang usaha gula.

"Jadi pelaku ini, meyakinkan ke para korban, bahwa dia mempunyai usaha gula di rumahnya (Bogor), yang ia ambil dari Pangandaran. Usaha itu, nyatanya tidak ada. Ia menjanjikan pada para korbannya untuk investasi dengan fee bulanan," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Akhwan Nadzirin kepada detikcom di ruangannya, Jumat (27/11/2020).

Pelaku disebutnya sudah beraksi sejak bulan Juni sampai November 2020. Sebanyak lima orang warga Kajen, Pekalongan, menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 230 juta.

Korban diiming-imingi fee 10-20 persen setiap bulannya dari nilai investasi. Akhwan mengungkap TM mengontrak rumah di Desa Gejlik, Kabupaten Pekalongan.

"Kami menerima laporan dari para korbannya. Ada lima korban saat ini yang telah melaporkan pelaku ini. Mereka melaporkan TM, terkait penipuan yang dilakukan pelaku karena tidak memberikan fee dari janji awal yang telah ditentukan," jelas Akhwan.

Dari laporan tersebut, polisi lalu memburu dan menangkap pelaku di rumahnya di Bogor. Akhwan mengungkap tak ada usaha gula di rumahnya seperti yang diakuinya kepada para korban.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya beberapa lembar kuitansi dengan nilai yang tertera di dalamnya mencapai ratusan juta serta beberapa lembar bukti transfer bank.

"Saat kita periksa, uang dari para korbannya telah dihabiskan. Katanya untuk kebutuhan sehari-hari," kata Akhwan.

Pelaku dijerat melanggar Pasal 378 KUHP, tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Kami juga membuka posko layanan laporan terkait ini. Dugaan kami, korban masih banyak. Itu saja yang sudah melapor, baru di wilayah Kecamatan Kajen," lanjutnya.

(sip/rih)