BPPTKG Pantau Gunung Merapi dari Udara, Bagaimana Hasilnya?

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 26 Nov 2020 18:47 WIB
Gunung Merapi dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, November 2020.
Gunung Merapi dari Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, November 2020. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Sleman -

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melakukan pemantauan dari udara untuk melihat kondisi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Selain itu, BPPTKG juga melihat kondisi terkini dari Gunung Merapi. Bagaimana hasilnya?

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan pemantauan alur sungai meliputi Kali Gendol, Putih, Senowo hingga sisi utara dan kembali lagi ke sisi tenggara.

"Tadi kami melihat dari dekat bagaimana situasi Merapi terkini. Dari pantauan kami tadi bahwa alur-alur sungai sesuai artinya masih dalam. Kalau pun ada potensi awan panas, lari ke area tadi masih mencukupi," kata Hanik kepada wartawan, Kamis (26/11/2020).

Namun, menurut Hanik hal itu masih harus menunggu perkembangan selanjutnya. Artinya masih menunggu berapa volume kubah lava, kecepatan pertumbuhan kubah lava.

"Perkembangan itu juga akan menentukan alur atau lebih pastinya arah aliran awan panas ke aliran-aliran sungai tadi," sebutnya.

Selain itu, dari pemantauan udara, Hanik menyebut adanya bekas guguran dari material lama yang jatuh belum lama ini. Material itu jatuh ke arah Kali Senowo dan Kali Lamat.

"Tadi dari dinding-dinding kawah saya melihat guguran material lama yang ada di kawah dari sisi luarnya. Tadi ke arah sungai Senowo, tadi sebagian ke Lamat tapi masih di hulu sungai," terangnya.

Hanik menyebut arah guguran dominan ke arah Kali Senowo dan Kali Lamat, artinya ke arah barat laut. Meski begitu, Hanik mengingatkan potensi bahaya masih berada di bukaan kawah atau di Kali Gendol walaupun potensi bahaya yang ke sisi barat masih ada.

"Potensi bahaya masih tetap ke ke Kali Gendol. Karena bukaan kawah kan ke sana. Namun, ini karena guguran banyak yang ke arah barat-barat laut potensi ini (bahaya) juga ada," terangnya.

Laporan aktivitas Gunung Merapi selengkapnya klik halaman selanjutnya..

Selanjutnya
Halaman
1 2