Kasus Corona Solo Tambah 1.000 Sebulan, FX Rudy Minta Warganya Tak Mudik

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 25 Nov 2020 21:25 WIB
Ketua DPC PDIP Surakarta (Solo) FX Hadi Rudyatmo, Selasa (21/1/2020).
FX Hadi Rudyatmo, Selasa (21/1/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo bertambah lebih dari 1.000 kasus dalam sebulan terakhir. Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo berpesan agar warga perantauan tak mudik ke Solo dan begitu juga sebaliknya.

"Kami imbau agar warga tidak mudik dulu. Warga Solo juga tidak ke luar kota dulu. Karena penambahan kasus di Solo masih cukup banyak," kata Rudy di Balai Kota Solo, Rabu (25/11/2020).

Hal tersebut juga sesuai dengan rencana pemerintah pusat memangkas libur panjang akhir tahun. Dikhawatirkan libur panjang membuat masyarakat berbondong-bondong bepergian ke luar kota.

Namun Rudy mengaku tidak bisa melarang masyarakat bepergian. Dia hanya bisa mengimbau masyarakat untuk menahan diri bepergian.

"Kita bisanya mengimbau. Karena ini untuk kepentingan bersama. Kita ingin agar mata rantai COVID-19 bisa terputus," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo melonjak drastis. Dalam sebulan terakhir, ada penambahan lebih dari 1.000 kasus positif Corona.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, membenarkan kasus COVID-19 di Solo terus melesat. Pada hari ini terdapat 63 tambahan kasus baru positif Corona. Sementara dalam sebulan terakhir menunjukkan penambahan hingga 1.000 kasus.

"Memang lonjakannya drastis. Faktanya memang demikian, sebulan bertambah 1.000 kasus," kata Ahyani saat dihubungi detikcom, Rabu (25/11).

Penambahan tersebut terhitung drastis. Sebab 1.000 kasus positif Corona pertama di Solo terakumulasi sejak Maret hingga 22 Oktober atau sekitar tujuh bulan. Namun dari 22 Oktober hingga hari ini, Rabu (25/11), kasus melonjak lebih dari 1.000.

Hingga Rabu (25/11), kasus COVID-19 di Solo terakumulasi berjumlah 2.123 orang. Rinciannya, 684 orang isolasi mandiri, 183 orang dirawat di rumah sakit; 1.159 orang sembuh dan 97 orang meninggal.

Menurut Ahyani, Pemkot Solo sudah melakukan pengetatan seoptimal mungkin. Namun memang ada pengaturan sehingga perekonomian tetap bergulir.

"Kita sudah atur dengan berbagai pengetatan, tetapi tempat-tempat usaha juga tidak boleh mati," ujarnya.

Pihaknya terus mengimbau agar masyarakat taat protokol kesehatan. Tim gabungan akan terus memasifkan operasi yustisi penggunaan masker.

(rih/sip)