Alasan Mengharukan di Balik Wisuda Online Mahasiswa IAIN di Makam Ayah

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 17:44 WIB
Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda virtual di depan makam bapaknya, Desa Sidarata, Banjarnegara, Selasa (24/11/2020)
Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda virtual di depan makam bapaknya. (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Mochamad Nadif Nasrulloh (23) mengikuti wisuda online di depan makam sang ayah, Ali Maksum. Lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto ini mengaku ingin menjalankan amanah dari ayahnya semasa hidup.

"Ini adalah bentuk amanah dari bapak, karena sebelum meninggal dunia, bapak pernah berpesan agar saya segera menyelesaikan kuliah dan ingin melihat anaknya diwisuda. Jadi sekarang karena bapak sudah tidak ada, dan kebetulan wisuda dilakukan secara virtual, makanya saya sengaja mengikuti wisuda di sini (makam bapaknya)," ujar Nadif saat ditemui usai mengikuti wisuda di pusara sang ayah di Desa Sidarata, Banjarnegara, Selasa (24/11/2020).

Makam ayahnya itu terletak sekitar satu kilometer dari rumahnya di Desa Karangsari, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara. Anak bungsu dari 16 bersaudara ini mengenang pesan almarhum ayahnya untuk segera menyelesaikan kuliahnya karena pertimbangan biaya.

"Bapak saya ini petani. Jadi memang berpesan agar segera menyelesaikan kuliahnya. Karena kalau semakin lama, sudah tidak mampu untuk membiayai kuliah," terangnya.

Nadif juga menuturkan jika bapaknya ingin menyaksikan dirinya diwisuda. Namun, setahun sebelum dia wisuda bapaknya berpulang ke sang Khalik.

"Sebelum meninggal dunia, bapak sempat menyampaikan agar nanti saat saya wisuda bisa disaksikan oleh keluarga. Tetapi sekarang kondisinya sudah berbeda," tutur Nadif.

Meski sedih, mahasiswa lulusan jurusan hukum ekonomi syariah ini pun mengaku justru termotivasi untuk membanggakan keluarganya. Terlebih saat ini dirinya sudah mengantongi ijazah sarjana.

"Sebenarnya saya sangat merasa sedih karena melihat teman-teman yang lain wisuda di rumah bersama keluarga. Tetapi mau bagaimana pun ini saya jadikan motivasi untuk lebih baik dan bisa membanggakan keluarga dengan gelar sarjana saya," tuturnya.

(ams/sip)