Aksi Dibubarkan Polisi, Massa Larung Poster Habib Rizieq ke Sungai

Saktyo Dimas R - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 15:03 WIB
Demo tolak Habib Rizieq di Kendal yang dibubarkan polisi, Selasa (24/11/2020).
Demo tolak Habib Rizieq di Kendal yang dibubarkan polisi, Selasa (24/11/2020). Foto: Saktyo Dimas R/detikcom
Kendal -

Polisi membubarkan aksi demo menolak kehadiran petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab (HRS) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kendal itu menggelar aksi demo di Alun-alun Kendal dan melarung poster bergambar Habib Rizieq ke sungai.

Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta mengatakan, aksi demo tolak Habib Rizieq itu dibubarkan karena tidak memiliki izin maupun pemberitahuan kepada kepolisian. Pembubaran aksi juga dilakukan untuk mencegah timbulnya klaster baru virus Corona atau COVID-19.

"Aksi demo penolakan HRS memang kami bubarkan karena aksi tersebut tidak berizin atau tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada kepolisian. Kami juga berusaha mencegah agar tidak timbul klaster baru dalam demo ini," kata Sumiarta saat ditemui di Alun-alun Kendal, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, dalam aksinya sebelum dibubarkan polisi, massa Aliansi Masyarakat Kendal mengecam ceramah-ceramah provokasi yang selama ini dilakukan Habib Rizieq dan menyebut Habib Rizieq telah memecah belah NKRI.

Peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi kecaman dan penolakan Habib Rizieq di Kendal. Selain itu, tampak pula poster bertuliskan dukungan terhadap pemerintahan RI dan cinta kepada tanah air.

"Di Kabupaten Kendal ini banyak ulama dan para ulama ini selalu memberikan ceramah dengan santun dan sejuk. Tidak seperti Habib Rizieq yang selalu berceramah dengan nada provokasi yang bisa menyebabkan perpecahan NKRI. NKRI itu harga mati," kata Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Kendal, Nanang Supriyanto, saat melakukan orasinya di Alun-alun Kendal, siang ini.

Demo tolak Habib Rizieq di Kendal yang dibubarkan polisi, Selasa (24/11/2020).Demo tolak Habib Rizieq di Kendal yang dibubarkan polisi, Selasa (24/11/2020). Foto: Saktyo Dimas R/detikcom

Nanang mengatakan, massa menolak kedatangan Habib Rizieq di Kendal dalam bentuk kegiatan apapun dan mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan TNI-Polri dalam menegakkan supremasi hukum.

"Kami dukung penuh langkah TNI-Polri dalam menegakkan supremasi hukum khususnya terhadap HRS. TNI-Polri harus tegas nggak perlu takut," ujarnya.

"Kami bacakan tujuh poin pernyataan sikap kami sebagai perlawanan kami yang mengecam ceramah HRS dan menolak kedatangan HRS. Kami berharap masyarakat di seluruh Indonesia juga melakukan aksi seperti ini," tambahnya.

Aksi demo dilanjutkan dengan aksi teatrikal yang menceritakan Habib Rizieq datang ke Kendal dan mendapat penolakan dari masyarakat Kendal. Massa kemudian melakukan aksi larung poster bergambar Habib Rizieq ke Sungai Kendal yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi aksi.

"Kami minta waktunya kepada polisi agar kami bisa melakukan aksi terakhir untuk melakukan larung poster HRS ke sungai sambil menabur bunga. Setelah aksi terakhir, kami akan membubarkan diri," imbuh Nanang.

Lihat juga video 'Spanduk Habib Rizieq Dibakar Massa Aksi di Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)