Update Corona Jateng 24 November: Kasus Positif Tambah 1.698 Jadi 49.971

Aditya Mardiastuti - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 12:54 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat ada total 49.971 kasus positif virus Corona di Jateng hingga siang ini.

Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id pada Selasa (24/11/2020) pukul 12.00 WIB, angka tersebut terdiri atas 7.463 pasien dirawat, 39.157 pasien sembuh, dan 3.351 pasien meninggal.

Bila dibandingkan dengan data kemarin, ada penambahan jumlah pasien Corona di Jateng sebanyak 1.698 orang. Sedangkan jumlah pasien Corona yang dirawat bertambah 427, pasien sembuh bertambah 1.221, dan jumlah pasien yang meninggal bertambah 50.

Selain itu, masih ada 6.140 suspek Corona di Jawa Tengah. Bila dibandingkan dengan data kemarin, ada penambahan suspek Corona sebanyak 78.

Di situs tersebut, Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probable COVID-19.

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Simak juga video 'WHO: Ketersediaan Vaksin Harus Dibarengi Distribusi yang Adil':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)