Update Corona di Jateng 22 November: 47.504 Positif, 37.518 Sembuh

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 22 Nov 2020 15:34 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Edi Wahyono)
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat ada total 47.504 kasus positif virus Corona di Jateng hingga siang ini.

Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id pada Minggu (22/11/2020) pukul 12.00 WIB, dari angka tersebut terdiri dari 6.713 pasien dirawat, 37.518 pasien sembuh, dan 3.273 pasien meninggal.

Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan jumlah pasien Corona di Jateng sebanyak 1.277 orang. Sedangkan jumlah pasien Corona yang dirawat bertambah 639, pasien sembuh bertambah 623 dan jumlah pasien yang meninggal bertambah 15.

Selain itu, masih ada 5.921 suspek Corona di Jawa Tengah. Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan suspek Corona sebanyak 193.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Simak video 'Keprihatinan Warga Melihat Kasus Corona Harian di DKI Pecah Rekor':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)