Beredar Voice Note Binatang Buas Gunung Merapi Turun ke Selo, Kades: Hoax!

Ragil Ajiyanto - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 16:42 WIB
Gunung Merapi dari Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (21/11/2020).
Gunung Merapi dari Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Sabtu (21/11/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Sebuah pesan suara atau voice note yang meminta agar masyarakat yang berencana pergi ke Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah untuk berhati-hati karena binatang buas sudah turun dari lereng Gunung Merapi beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp (WA). Seperti apa faktanya?

"Maaf teman-teman, yang mau ke Selo, sebelumnya saya minta maaf, cuma ngasih kabar dan info. Besok hari Minggu, nuwun sewu nggih jenengan hati-hati semuanya, diantara Sabtu dan Minggu," kata suara laki-laki itu mengawali pesan suaranya.

"Dikarenakan untuk binatang buas contohnya seperti macan sudah mulai turun. Berarti di atas suhunya sudah mulai naik. Itu nggih. Di atas 100 di bawah 500 untuk suhu, karena batu-batuan yang di puncak gunung sudah mulai memerah," ucapnya.

Laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu juga meminta yang mau ke Selo untuk tidak membawa anak kecil terlebih dahulu. Dia pun mencatut Kepala Desa Klakah dan Tlogolele dalam pesan suara tersebut.

"Ngoten temen-temen, jadi nanti hari Minggu tolong hati-hati. Sebaiknya yang pingin membawa anak kecil maupun istri, kalau istri nggak apa-apa nggih. Kalau anak kecil sebaiknya ditunda dulu. Demikian imbauan dari bapak lurah Desa Klakah maupun Tlogolele, barusan masuk ke info. Demikian nggih, matur suwun," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Klakah Kecamaan Selo, Marwoto, menegaskan isi pesan suara tersebut tidak benar.

"Itu tidak benar ya, itu mungkin orang iseng atau apa," kata Marwoto kepada wartawan di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) desa setempat, Sabtu (21/11/2020).

Marwoto juga menegaskan bahwa dirinya maupun Kepala Desa Tlogolele tidak pernah menyampaikan imbauan tersebut.

"Itu bukan imbauan dari Kepala Desa Klakah maupun Tlogolele. Kita malah tidak tahu, wong binatang buas saja, yang saya tahu tidak ada lah. Intinya tidak ada. Itu tidak benar, itu berita hoax," ujarnya.

Lihat juga video 'Monyet Turun ke Permukiman Lereng Merapi':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)