Update Corona di Jateng 21 November: 46.943 Positif, 3.258 Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Nov 2020 16:22 WIB
Update Corona di Jateng 21 November 2020.
Update Corona di Jateng 21 November 2020. (Foto: Tangkapan layar corona.jatengprov.go.id)
Yogyakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Tercatat ada total 46.943 kasus positif virus Corona di Jateng hingga siang ini.

Dari data yang diunggah Pemprov Jateng di website corona.jatengprov.go.id pada Jumat(20/11/2020) pukul 12.00 WIB, dari angka tersebut terdiri dari 6.778 pasien dirawat, 36.907 pasien sembuh, dan 3.258 pasien meninggal.

Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan jumlah pasien Corona di Jateng sebanyak 610 orang. Sedangkan jumlah pasien Corona yang dirawat bertambah 324, pasien sembuh bertambah 231 dan jumlah pasien yang meninggal bertambah 55.

Selain itu, masih ada 5.883 suspek Corona di Jawa Tengah. Bila dibandingkan dengan data kemarin maka ada penambahan suspek Corona sebanyak 109.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Update Corona di Jateng 21 November 2020.Update Corona di Jateng 21 November 2020. Foto: Tangkapan layar corona.jatengprov.go.id

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Simak video 'Dua Skema Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)