Bawaslu Telusuri Viral Video Paslon Pilkada Bantul Bagi Duit ke Warga

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 18:17 WIB
Tangkapan layar video paslon Pilkada di Bantul diduga bagi-bagi duit, Jumat (20/11/2020).
Tangkapan layar video viral. (Foto: Istimewa)
Bantul -

Sebuah video mempertontonkan salah satu pasangan calon (paslon) peserta Pilkada Bantul 2020 memberi uang ke masyarakat viral di media sosial. Bawaslu Bantul turun tangan untuk memastikan ada tidaknya praktik money politic.

Pada video berdurasi 2 menit 15 detik itu tampak paslon nomor dua yakni Suharsono-Totok Sudarto (No-To) terlihat berada di salah satu rumah warga. Selanjutnya pasangan tersebut duduk di kursi dan warga tampak duduk di lantai.

Di tengah-tengah obrolan, Suharsono tampak meminta seseorang untuk memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 500 ribu kepada seorang perempuan yang duduk di lantai tersebut. Suharsono menyebut uang itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari perempuan itu.

"Ini kulo bantu nggo (ini saya bantu untuk) kebutuhan apa-apa. Bantu limangatus (Rp 500 ribu)," ucap Suharono, dalam video yang dilihat detikcom.

Setelah uang tersebut diterima, Suharsono berucap hal ini tidak boleh diceritakan ke siapa-siapa. Selain itu Suharsono juga berpesan kepada perempuan tersebut agar jangan lupa dengan yang berbaju putih pada tanggal 9 Desember 2020. Di mana tanggal itu adalah saat Pilkada Serentak digelar.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul, Harlina mengaku telah mengetahui dan melihat video yang beredar tersebut. Harlina menyebut saat ini pihaknya tengah berupaya menelusuri kebenaran dari video tersebut.

"Dari video itu kita mengindikasikan dugaan yang mengarah pada potensi pelanggaran. Sekarang masih dalam proses penelusuran," katanya saat ditemui wartawan di Kabupaten Bantul, Jumat (20/11/2020).

Selain itu, Bawaslu nantinya juga akan meminta klarifikasi kepada paslon tersebut. Akan tetapi, sebelumnya tim akan menelusuri dengan mendatangi lokasi kejadian.

"Hari ini kita sudah turun ke lapangan. Jika diketemukan adanya pelanggaran, kami akan memproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Tim Kampanye paslon No-To, Arif Iskandar enggan berkomentar banyak terkait beredarnya video tersebut. "Iya mas, saya no comment dulu ya. Lihat arahnya ke mana dulu," ucap Arif saat dihubungi wartawan.

Senada dengan Arif, Sekretaris Tim Pemenangan paslon No-To, Darwinto mengaku belum mengetahui secara jelas isi video yang viral di media sosial tersebut. Hal itu karena saat ini dia lebih banyak beraktivitas dengan tim sendiri dalam rangka memenangkan paslon No-To.

"Saya belum tahu persis isi video yang katanya viral di media sosial tersebut," ucap Darwinto secara singkat.

Tonton video 'Kemkominfo dan Bawaslu Temukan 38 Konten Hoax Terkait Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)