Pembunuh Rekayasa Mayat Gadis di Semarang Biar Dikira Korban Kecelakaan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 20 Nov 2020 17:01 WIB
Jumpa pers kasus pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di semak-semak, Kota Semarang, Jumat (20/11/2020).
Jumpa pers kasus pembunuhan wanita yang mayatnya ditemukan di semak-semak, Kota Semarang, Jumat (20/11/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Agus (36), pembunuh wanita EL (26) yang mayatnya ditemukan di semak-semak, Jalan Pramuka, Kota Semarang ternyata berusaha menyembunyikan perbuatannya. Pria asal Sumbawa itu sengaja membuat EL tampak seperti korban tewas akibat kecelakaan.

"Ada saksi yang menemukan. Semula berpikir laka lantas. Tapi ada kecurigaan sepertinya ada yang lain," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis saat jumpa pers di kantornya, Kota Semarang, Jumat (20/11/2020).

Kasus ini terungkap saat jasad korban EL ditemukan di semak-semak pada Jumat (13/11) pekan lalu. Kala itu korban ditemukan tergeletak dengan kondisi masih memakai helm.

"Di lokasi ditemukan rokok, di motor korban ada tali, handphone korban tidak ada. Seandainya laka lantas, kok tidak luka-luka, luka hanya di bagian belakang, saat divisum luar, ada cairan di kemaluan," urainya.

Dari penyelidikan polisi akhirnya menangkap Agus di Lombok Barat. Pembunuhan itu sendiri terjadi di kos pelaku di Kabupaten Semarang, Kamis (12/11) malam. Aulia pun membenarkan Agus berusaha merekayasa pembunuhan itu seperti kecelakaan.

"(Jasad korban) Dibawa dengan motor pelaku (pakai sleeping bag). Setelah dibuang pelaku kembali ke kosnya sambil membawa handphone dan kalung korban yang saat ini sudah dijual. Dia kembali lagi ke lokasi membawa motor korban dan pulang dengan ojek online," terang Aulia.

Rekayasa itu dilanjutkan dengan pelaku menghubungi ibu korban lewat pesan yang memberitahukan soal korban langsung berangkat kerja dan tidak pulang ke rumah.

"Benar (supaya terlihat seperti kecelakaan), yang menghubungi ibu korban sebelumnya juga pelaku," tegas Aulia.

Terpisah, Agus mengaku nekat membunuh karena ditagih utang senilai Rp 11 juta. Dia juga nekat membunuh karena korban mengancam akan membongkar hubungan terlarang mereka kepada istrinya.

"Dia mengancam mau ungkap hubungan ini sama istri. Saya pinjamnya bertahap," kata Agus.

Atas perbuatannya, Agus dijerat dengan pasal 388 KUHP tentang pembunuhan. Agus pun terancam hukuman 15 tahun bui.

Simak video 'Perkara Sakit Hati-Nikah Motif Adik Bunuh Kakak di Kontrakan Depok':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)