Cari Macan di Gunung Merapi, TNGM Pasang Puluhan Kamera

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 19:09 WIB
BPPTKG menyebut adanya guguran di Gunung Merapi pagi ini, Rabu (18/11). Suara guguran terdengar 3 kali dan terdengar di 3 pos pengamatan.
Menengok Aktivitas Gunung Merapi yang Berstatus Siaga, Rabu (18/11). Foto: Agus Septiawan/Detikcom
Sleman -

Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) masih berupaya mencari keberadaan spesies macan yang ada di Gunung Merapi. TNGM pun memasang puluhan kamera trap untuk memantau keberadaan macan.

Kepala Balai TNGM Pujiati menjelaskan banyak beredar cerita yang menyatakan bahwa masih ada macan di Merapi. Namun sejauh ini yang ditemukan hanya kucing hutan.

"Macan tutul kami sampai sekarang belum ketemu, tapi katanya jejak ada. Awal Januari kami pasang kamera trap belum kami temukan yang kami temukan Felis bengalensis itu kucing hutan yang lumayan agak besar," kata Pujiati saat ditemui di barak pengungsian Merapi Balai Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Kamis (19/11/2020).

Sejauh ini, spesies seperti kijang, kera, trenggiling dan burung banyak ditemui di Merapi. Dengan adanya kijang, Pujiati berpendapat masih ada peluang keberadaan macan di wilayah Gunung Merapi.

"Kalau kami berpikir kalau ketemu banyak kijang itu pakan macan, tapi macannya belum ketemu itu yang bikin kami penasaran dan itu belum turun, trenggiling kami ketemu juga, kucing hutan juga ada dua jenis," sebutnya.

Kamera trap ini pun dipasang TNGM di sekitar Merapi. Pihak balai juga akan memasang kamera tambahan di semacam jalan atau koridor yang diduga merupakan jalur perpindahan satwa dari Merapi ke Merbabu.

"Ada semacam koridor di antara Merapi-Merbabu ada kemungkinan satwa lewat situ pindah di Merbabu. Merapi 40-an kamera trap di Merapi. Antara Merapi dan Merbabu juga akan kami pasang (kamera)," ucapnya.

Pujiati mengatakan area Gunung Merapi banyak dihuni spesies burung. Ke depan, TNGM berencana untuk menambah kamera trap di lokasi yang banyak ditemukan kijang.

"Spesies lebih banyak burung, elang hitam, elang jawa, elang hutan. Di akhir tahun ini rencananya kami akan pasang lagi terutama di tempat yang banyak ditemui makanannya itu," pungkasnya.

(ams/sip)