Heboh Meteorit di Tapteng, Keraton Solo Juga Punya Meteorit Kyai Pamor

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 19 Nov 2020 18:11 WIB
Suasana Keraton Solo menjelang acara peringatan kenaikan tahta atau tingalan jumenengan Susuhunan Paku Buwono XIII, Sabtu (22/4/2017)
Keraton Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Batu meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi heboh setelah dibeli kolektor Amerika Serikat senilai Rp 200 juta. Ternyata meteorit semacam itu juga pernah jatuh di wilayah Keraton Kasunanan Surakarta.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KRA Dany Narsugama, mengatakan batu meteorit itu sudah berusia ratusan tahun. Meteorit yang jatuh di wilayah Keraton Kasunanan Surakarta itu dinamakan Kanjeng Kyai Pamor.

Dany mengatakan pada tahun 1700-an, setelah Keraton Kasunanan Surakarta berdiri, meteor mendarat di kawasan Prambanan. Batu itu pecah menjadi dua dan juga terdapat serpihan-serpihan.

"Yang bongkahan kecil, pada 13 Februari 1784 diambil atas perintah Raja Pakubuwono III dibawa ke keraton. Konon sebesar buah kelapa. Pecahan besar pada 12 Februari 1797, atas perintah Pakubuwono IV dibawa ke keraton, besarnya kira-kira 1 meter kubik," kata Dany saat dihubungi detikcom, Kamis (19/11/2020).

Meteorit itu kini diletakkan di bagian utama Keraton Kasunanan Surakarta. Batu tersebut dianggap sakral dan bahkan tidak terekspos publik.

"Letaknya di Bandengan. Pada masa Pakubuwono IX, dibangun cungkup khusus untuk Kyai Pamor," ujarnya.

Dany menjelaskan ada ritual khusus yang digelar untuk Kyai Pamor. Lokasi Kyai Pamor, kata dia, berada di area sakral sehingga tidak bisa diekspos masyarakat.

Dia menyebut serpihan-serpihan meteorit itu bisa dimiliki masyarakat. Kala itu bahkan ada yang memperdagangkan pecahan meteorit dengan nilai emas.

"Tahun 1935, pecahan kecil yang dibawa rakyat diperdagangkan dengan perbandingan 1 gramnya senilai dengan 2 gram emas," kata Dany.

Selain itu, serpihan meteorit juga pernah diteliti di Badan Tenaga Nuklir (Batan) Yogyakarta. Menurutnya, batu tersebut adalah iron meteorit.

"Sempat diteliti di Batan Yogyakarta, ternyata ada kandungan kapur, titanium, besi, niobium. Jadi ini iron meteorit," tutupnya.

Simak juga video 'Batu Meteor Dinilai Setara dengan Rp 26 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)