Tak Cuma Jokowi, Gibran Rakabuming Juga Siap Disuntik Vaksin Corona

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 15:31 WIB
Gibran Rakabuming Raka kerap memakai kalung bergambar Kunamon di dadanya.
Gibran Rakabuming Raka saat menghadiri acara terkait Pilkada Solo beberapa waktu lalu. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap menjadi orang yang pertama disuntik vaksin virus Corona atau COVID-19. Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, juga mengaku siap disuntik vaksin Corona.

"Kalau boleh, boleh. Kalau boleh jadi uji coba, boleh. Saya manut aja," kata Gibran saat dijumpai wartawan usai acara Dialog Dunia Usaha di kawasan Purwosari, Solo, Rabu (18/11/2020).

"Kalau ada instruksi seperti itu saya siap siap saja," imbuhnya.

Calon Wakil Kota Solo itu mengaku belum mengetahui teknis untuk menjadi relawan pengujian vaksin Corona. Dia juga mengaku tidak tahu kapan vaksin Corona itu siap digunakan.

"Saya nggak tahu itu kapan. Kita doakan saja secepatnya," ucapnya.

Sebelumnya, seusai kunjungannya ke Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11), Jokowi menjabarkan siapa saja yang menjadi prioritas vaksinasi Corona. Jokowi menegaskan para dokter hingga tenaga medis akan menjadi prioritas vaksinasi COVID-19.

"Yang akan divaksin pertama adalah nanti tenaga kesehatan, baik itu dokter, setelah dokter para perawat dan juga tenaga medis, para medis yang ada. Itu yang diberikan prioritas," kata Jokowi seperti dalam video yang ditayangkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden.


Selanjutnya, prajurit TNI dan anggota Polri, ASN untuk pelayanan publik yang ada di depan hingga guru juga akan divaksin Corona terlebih dahulu. Jokowi kemudian menjelaskan posisinya di urutan vaksinasi Corona ini.

"Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau belakang?" kata Jokowi.

"Kalau oleh, kalau oleh, kalau oleh tim diminta saya yang paling depan ya saya siap. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini," sebut Jokowi.

Jokowi memperkirakan vaksinasi virus Corona mulai dilakukan pada akhir 2020 atau awal 2021. Perkiraan itu disampaikan setelah Jokowi melihat perkembangan kondisi di lapangan.

(ams/sip)