ADVERTISEMENT

Entomolog Akhirnya Identifikasi Jenis Miliaran Semut yang Teror Banyumas

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 18 Nov 2020 12:43 WIB
Tim ahli dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto mempelajari karakteristik semut yang meneror warga Banyumas. Tim ahli ini berasal dari Laboratorium Entomologi dan Parasitologi, Fakultas Biologi Unsoed.
Tim ahli dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mempelajari karakteristik semut yang meneror warga Banyumas. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Para ahli meneliti jenis semut yang meneror Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas beberapa waktu belakangan. Dari hasil identifikasi, diduga semut-semut tersebut berjenis Tapinoma sessile atau dikenal juga dengan nama semut Bau.

"Setelah identifikasi di laboratorium, dugaan kami itu adalah jenis Tapinoma sessile atau lebih dikenal dengan nama 'semut bau'. Karena dia memang setelah kami pencet pun ternyata memang ada bau, ini memang sebenarnya jenis yang biasa saja dan tidak seganas semut api," kata Kepala Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Trisnowati Budi Ambarningrum, saat dihubungi detikcom, Rabu (18/11/2020).

Dia mengatakan jenis semut ini banyak bersarang di tanah dan hidup berkoloni dengan lebih dari satu ratu. Trisnowati mengatakan teror semut di Desa Pageraji diduga karena populasinya sudah cukup tinggi ditambah lingkungan sekitar yang mendukung perkembangbiakan semut-semut tersebut.

"Sebenarnya ini semut rumahan, cuma populasinya tinggi, karena memang lingkungannya di sana lembab banget, hawanya juga dingin, jadi dia suka," jelasnya.

Lebih lanjut Trisnowati menjelaskan semut jenis 'Tapinoma' terdiri dari banyak spesies, sedangkan untuk semut Tapinoma sessile, dalam satu sarangnya atau satu koloni bisa memiliki hingga 200 ratu. Faktor ini juga disebut menjadi penyebab perkembangbiakan semut menjadi lebih cepat.

Selain itu, semut ini juga memiliki cara reproduksi yang berbeda dengan semut umumnya yakni kawin di udara atau terbang kawin. Semut dengan jenis Tapinoma sessile ini, kata Trisnowati, dapat kawin cukup dengan berada di sarangnya saja.

"Informasi masyarakat (keberadaan semut) ini sudah berjalan hampir empat tahun, dan saya bilang kemarin dalam satu koloni ada beberapa jantan tapi tidak banyak. Tapi untuk jantan di jenis Tapinoma sessile ini bisa bereproduksi setelah koloni ini berumur setahunan," urai Trisnowati.

(sip/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT