Hujan Es dan Angin Kencang Terjang Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 20:25 WIB
Penampakan hujan es yang terjang Kabupaten Pekalongan Senin (16/11/2020) sore tadi. Butiran hujan es berukuran sebulir berondong jagung.
Penampakan hujan es di Kabupaten Pekalongan, Senin (16/11/2020) sore. (Foto: dok. Istimewa)
Kabupaten Pekalongan -

Hujan es muncul di Dusun Beji, Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, sore ini. Sebelum hujan es, sempat hujan lebat disertai angin kencang.

Peristiwa hujan es ini dilaporkan warga terjadi pukul 15.00-16.00 WIB tadi. Ukuran es itu sebesar buliran berondong jagung dan mengguyur sekitar lima menit.

"Sebelumnya gelap dan terjadi hujan selama satu jam dari jam 15.00 WIB sampai 16.00 WIB. Selain hujan besar juga ada angin kencangnya. Terus hujan es," kata salah seorang warga warga Dusun Beji, Desa Sengare, Talun, Istiqomah (25) saat dihubungi via telepon, Senin (16/11/2020).

"Hujannya ada esnya, yang ada esnya tidak lama sekitar lima menitan. Es sebesar jagung popcorn. Ini baru pertama terjadi," imbuhnya.

Istiqomah pun sempat mengabadikan momen turunnya hujan es itu lewat video. Dia menyebut saat hujan es turun tiba-tiba terdengar suara benda berjatuhan di atas atap rumahnya.

"Kalau saat hujan es atap rumah seperti klotak-klotak. Berbeda dengan hujan biasa walaupun deras," katanya.

Fenomena hujan es ini menurutnya baru pertama kali terjadi. Peristiwa ini juga membuat warga heboh.

"Ya ramai heboh. Soalnya ini pertama kali terjadi di sini," katanya.

Sementara itu, saat dimintai penjelasannya soal hujan es tersebut, prakirawan Stasiun Meteorologi Tegal, Syaiful Amri, mengatakan fenomena hujan es kerap terjadi saat musim transisi atau pancaroba.

"Fenomena ini cukup sering terjadi di periode transisi (pancaroba). Adanya pemanasan permukaan yang sangat intens pada pagi-siang hari menyebabkan penguapan yang besar," kata Syaiful Amri.

Syaiful menjelaskan penguapan yang besar ini memicu terbentuknya awan konvektif. Pada titik tertentu, peluruhan awan menjadi hujan tidak bisa mencair seluruhnya, dan mengakibatkan hujan es.

"Ini memicu terbentuknya awan konvektif besar (menjulang tinggi) dan melewati freezing level, sehingga sebagian besar partikel awan tersebut adalah es," jelas Syaiful.

"Peluruhan awan (hujan) tersebut pada kondisi tertentu tidak dapat mencair semuanya saat mencapai permukaan dan menyebabkan hujan es terjadi," sambungnya.

Syaiful lalu mencontohkan hari ini pada pukul 08.00 WIB tercatat suhu udara mencapai 31 derajat celsius. Hal ini menunjukkan pemanasan yang intens sejak pagi hari.

"Sebagai catatan tadi jam 08.00 WIB tercatat di kantor BMKG Tegal sudah mencapai 31 derajat celsius. Ini menunjukkan adanya pemanasan yang sangat intens dari pagi hari," ujar Syaiful.

(ams/rih)