Teror Miliaran Semut di Banyumas, Penderes Nira Tak Bisa Kerja

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 11:03 WIB
Petugas mengerahkan water cannon untuk meredam teror semut di Desa Pageraji, Banyumas
Water Cannon diterjunkan untuk basmi miliaran semut yang teror Banyumas. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)
Banyumas -

Teror miliaran semut menghantui warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Salah satu dampaknya yakni para penderes tak bisa mengambil air nira.

"Kemudian dari para penderes itu, sudah tidak bisa bekerja, karena semua pohon kelapa itu semutnya mungkin sampai ribuan bahkan miliaran, sehingga untuk para penderes sudah tidak bisa mengambil air nira dan penghasilan mereka terganggu," jela Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Titik Puji Astuti kepada wartawan di kantornya, Senin (16/11/2020).

Titik mengungkap sejumlah langkah telah diambil di antaranya penyemprotan pestisida hingga Water Cannon. Namun dia menjelaskan perburuan semut itu tak akan rampung dalam waktu sehari atau dua hari.

"Kita sudah berkomitmen dengan warga, kalau untuk lingkungan seperti pohon-pohon dan sekitar rumah, BPBD yang nyemprot. Tapi untuk di dalam rumah sendiri, mereka nyemprot secara mandiri. Karena dalam rumah itu ada anak-anak, ada ibu-ibu, itu untuk di dalam rumah menggunakan sabun atau cuka. Tapi untuk yang di luar pakai pestisida," tuturnya.

Menurutnya, keluhan terkait soal semut di wilayahnya sudah ada sejak tahun 2017. Namun jumlah semut semakin banyak pada akhir-akhir ini. Dia melanjutkan teror semut ini merupakan tanggung jawab dari Pemkab Banyumas.

"Berkelanjutan sampai habis, jadi kita dari pemerintah daerah bertanggungjawab, pak Bupati juga sudah berkomitmen untuk menyelesaikan sampai semut-semut itu hilang," kata Titik.

Sebelumnya, Bupati Banyumas Achmad Husein yang telah datang ke lokasi mengatakan teror semut ini sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Sehingga semut yang berkembang biak di Desa Pageraji sudah cukup banyak.

"Harus selesai, karena ini kan problem yang sudah lama dan ini sudah sangat banyak, miliaran semut itu dan ini dalam satu kompleks, satu RT. Jadi kita buat kotak-kotak selesaikan, kotak-kotak selesaikan dan seluruhnya," terang Husein, kemarin.

"Ini sudah sangat mengganggu, lebih dari penyerangan, tapi dalam lingkup satu RT, minimal satu bulan baru bisa selesai karena ini sangat banyak, kita tidak akan tinggalkan sebelum ini selesai," ucapnya.

(sip/mbr)