Solo Pecah Rekor! Ada 106 Kasus Baru Corona, Mayoritas Klaster Keluarga

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 12:15 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Edi Wahyono)
Solo -

Tambahan kasus virus Corona atau COVID-19 di Kota Solo menembus rekor, yakni 106 orang positif. Total akumulasi kasus di Solo kini mencapai 1.661 kasus konfirmasi positif.

Angka tersebut berdasarkan data Minggu (16/11/2020) malam. Dari data tersebut, terlihat indeks kasus COVID-19 di Solo terus meningkat.

"Baru kali ini 106 kasus. Sebelumnya paling banyak 40-50 kasus. Sekarang dua kali lipat," kata Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, saat dijumpai wartawan di Balai Kota Solo, Senin (16/11/2020).

Dari 106 orang positif, ada 19 orang yang sebelumnya dirawat sebagai suspek. Kemudian ada 6 orang yang melakukan tes swab mandiri. Sisanya, 81 orang adalah hasil pelacakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, merinci bahwa 81 orang tersebut berasal dari 34 indeks kasus. Tambahan ini didominasi dari klaster keluarga.

"Mayoritas dari klaster keluarga. Jadi sekarang ini penularannya sudah antarkomunitas. Lalu dari satu anggota keluarga menularkan ke keluarga lain," ujar Ning, sapaannya, saat dijumpai di Balai Kota Solo, Senin.

Dari klaster keluarga itu, paling banyak ada 10 orang dalam satu keluarga yang terpapar COVID-19. Mereka berasal dari Kelurahan Karangasem.

"Ini paling banyak ada 10 orang, satu keluarga dari Kelurahan Karangasem. Sedangkan secara keseluruhan, sebaran kasus terbanyak dari Kelurahan Jebres," ujar dia.

Diwawancara terpisah, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, meminta masyarakat meningkatkan kesadaran agar menjaga protokol kesehatan. Dia juga akan memaksimalkan jogo tonggo untuk menekan penularan COVID-19.

"Kalau seperti ini kan membuat masyarakat takut, tapi yang penting harus sadar pentingnya pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Jogo tonggo harus lebih optimal. Operasi yustisi juga kita masifkan," tutupnya.

Hingga Minggu (15/11/2020), kasus COVID-19 di Solo mencapai 1.661 orang positif. 1.026 orang di antaranya sembuh, 436 orang isolasi mandiri, 124 orang dirawat di rumah sakit, 75 orang meninggal.

(sip/mbr)